kingsheadwye.com

IRGC Klaim Tewaskan 200 Tentara AS Lewat Operasi Nasr 2 |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran merilis penilaian menyeluruh mengenai kerusakan yang diderita pasukan militer AS selama lima belas hari serangan balasan dalam Operasi Nasr 2. Dalam laporan itu diklaim sebanyak 200 tentara AS tewas akibat serangan ke pangkalan di negara Teluk oleh Iran belakangan.

Dalam keterangannya kepada Kantor Berita Tasnim Sabtu lalu, juru bicara IRGC Brigadir Jenderal Hossein Mohebi menyatakan bahwa operasi tersebut menyasar pangkalan militer Amerika di berbagai wilayah yang menurut Iran digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negara tersebut. Mohebi, mengatakan serangan Iran merusak atau menghancurkan berbagai aset udara milik AS. 

Menurut dia, aset yang terkena serangan meliputi 11 jet tempur dan helikopter, 17 drone pengintai dan operasional, delapan pesawat pengisian bahan bakar di udara, serta empat helikopter militer berat.

Selain itu, Iran mengklaim berhasil menghancurkan satu jet tempur F-15 yang berada di dalam hanggar perlindungan khusus (hardened aircraft shelter), satu pesawat patroli maritim P-8 Poseidon, dan satu pesawat angkut militer C-17 Globemaster. Mohebi menambahkan delapan pesawat lainnya tetap utuh setelah serangan berlangsung.

Tak hanya aset udara, Iran juga mengklaim menargetkan jaringan radar, komando, dan pertahanan udara milik AS.

Menurut Mohebi, serangan tersebut menghancurkan tujuh pusat komando dan kendali, enam unit radar sistem pertahanan Patriot, delapan radar peringatan dini, tujuh radar rudal pertahanan udara, lima instalasi radar jarak jauh, lima sistem radar FPS dan FPS-117, tiga radar pengawasan udara dan maritim, serta tiga sistem komunikasi satelit.

Iran juga mengklaim menghantam infrastruktur logistik yang menopang operasi militer AS di kawasan.

Mohebi menyebut serangan itu menghancurkan enam hanggar drone MQ-9 Reaper, lima hanggar pesawat tempur, empat hanggar perlindungan pesawat, satu hanggar persiapan F-15, satu hanggar drone yang berisi delapan pesawat nirawak, serta satu hanggar yang menyimpan pesawat P-8 Poseidon.

Selain itu, enam area parkir dan landasan pesawat, empat peluncur roket HIMARS, dan empat sistem pertahanan udara Patriot juga disebut ikut hancur.

IRGC juga mengklaim menghancurkan 17 gudang persenjataan, persediaan suku cadang pesawat, perlengkapan angkatan laut, 12 tangki penyimpanan bahan bakar, satu dermaga bahan bakar, dan satu fasilitas pengisian bahan bakar kapal induk.