kingsheadwye.com

Jaksel tampilkan seni di Festival Palang Pintu sepanjang Jalan Kemang

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menampilkan pekerja seni di Festival Palang Pintu XVII dan Gelar Ragam Kesenian Budaya Nusantara Tahun 2026 di sepanjang Jalan Kemang Raya, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan.

"Penyelenggaraan festival yang telah menginjak tahun ke-17 ini membuktikan bahwa budaya Betawi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kebudayaan yang terus hidup dan berkembang bersama masyarakat Jakarta," kata Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin di Jakarta, Minggu.

Mukhlisin mengatakan, Palang Pintu bukan sekadar pertunjukan seni silat dan pantun, melainkan menjadi wujud nilai-nilai luhur masyarakat Betawi, seperti keberanian, keterbukaan, rasa hormat, kekeluargaan, serta semangat menjaga dan melindungi sesama.

Menurutnya, penyelenggaraan Festival Palang Pintu tahun ini semakin istimewa karena turut menghadirkan beragam kesenian budaya Nusantara.

Kehadiran berbagai kesenian dari sejumlah suku dan latar belakang di Jakarta menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah pemecah, melainkan kekayaan yang memperkuat persatuan.

"Melalui acara ini, saya berharap generasi muda atau Gen Z tidak hanya menjadi penonton, melainkan turut mengenal, mencintai, dan meneruskan kebudayaan bangsa," ucapnya.

Mukhlisin menambahkan, selain menjadi sarana pelestarian budaya, Festival Palang Pintu juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar melalui keterlibatan pelaku UMKM.

"Saya juga berharap, dengan konsep 'budaya tumbuh, masyarakat bergerak, ekonomi lokal semakin kuat', penyelenggaraan acara ini dapat terus masuk ke dalam rangkaian agenda resmi Provinsi DKI Jakarta ke depannya dan membuat Jakarta Selatan semakin maju lagi," ucapnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Festival Palang Pintu XVII, Edy Mulyadi menjelaskan, dengan mengusung semangat regenerasi, panitia melakukan transformasi terhadap pola dan sistem kerja agar penyelenggaraan festival menjadi lebih profesional, transparan, serta memudahkan para pelaku dalam pengurusan perizinan, tenant, konsep acara, hingga pelaksanaan teknis di lapangan.

Edy menambahkan reformasi tersebut difokuskan pada penguatan Palang Pintu, pembenahan struktur sumber daya manusia (SDM), serta restrukturisasi manajemen kepengurusan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan festival kebudayaan dapat berjalan semakin rapi, berkualitas, dan berkelanjutan.

"Hari ini kami melakukan gerakan perubahan formasi dan regenerasi. Bagaimana Festival Palang Pintu hari ini menguatkan kekuatan Palang Pintunya dan mengubah pola sistem kerja secara profesional sehingga kerja kita lebih mudah, mulai dari perizinan, tenant, konsep acara, dan sebagainya," kata dia..

Selain mendorong regenerasi, Festival Palang Pintu XVII juga memberikan perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Sebanyak 250 UMKM dilibatkan secara aktif, mulai dari sektor kuliner kreatif hingga berbagai produk unggulan lainnya.

Festival ini digelar mulai 3-4 Oktober 2026 dengan melibatkan ratusan pelaku seni dan budaya serta memberdayakan 250 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga: Lepas Indonesia tambah jaringan baru di Jakarta Selatan

Baca juga: Polisi tangkap pria pencuri kotak amal masjid di Patal Senayan

Baca juga: Disebut jebol, SDA Jaksel tegaskan Waduk Bango masih dalam pembangunan

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.