Jalan Lingkar Utara Solok mulai dibangun bertahap mulai November 2026
Solok, Sumbar (ANTARA) - Pembangunan Jalan Lingkar Utara Laing, Kota Solok, dilaksanakan secara bertahap mulai November 2026 untuk memperkuat konektivitas dengan Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade di Solok, Sumbar, Jumat, mengatakan tahap pertama pembangunan jalan tersebut mencakup satu jalur sepanjang sekitar 2,5 kilometer.
Menurut dia, anggaran pembangunan tahap pertama Jalan Lingkar Utara sebesar Rp49 miliar bersumber dari program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
"Alhamdulillah perjuangan Pemerintah Kota Solok berhasil, pemerintah pusat melalui Inpres Jalan Daerah mengucurkan anggaran Rp49 miliar untuk memulai tahap pertama pembangunan Lingkar Utara Kota Solok," katanya saat meninjau lokasi pembangunan.
Ia mengatakan proses lelang pembangunan Jalan Lingkar Utara ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026 berdasarkan informasi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat.
"Dengan demikian, pekerjaan fisik ditargetkan paling lambat dimulai pada November 2026," katanya.
Ia mengatakan pembangunan pada 2026 merupakan tahap awal, sedangkan pembangunan jalur berikutnya akan terus diperjuangkan agar dapat dilanjutkan melalui program Inpres Jalan Daerah pada 2027.
Menurut dia, pembangunan Jalan Lingkar Utara merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas wilayah Kota Solok dan sekitarnya.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan pembangunan akses tersebut penting bagi Kabupaten Solok karena banyak aktivitas masyarakat daerah itu berkaitan dengan Kota Solok.
"Pembangunan konektivitas ini merupakan bagian penting dalam mendukung percepatan pembangunan daerah," ujar Bupati.
Ia mengatakan keberadaan akses yang lebih baik antara Kabupaten Solok dan Kota Solok dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.
Bupati berharap pembangunan Jalan Lingkar Utara dapat dilanjutkan hingga seluruh ruas yang direncanakan selesai, sehingga manfaat konektivitas dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Jalan Lingkar Utara nantinya diharapkan dapat menjadi jalur alternatif yang memperlancar pergerakan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perekonomian di Kota Solok dan Kabupaten Solok.
Peninjauan pembangunan tersebut dilakukan Bupati Solok bersama Anggota DPR Andre Rosiade, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal, dan Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi.
Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan siap mendukung koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Solok agar pembangunan Jalan Lingkar Utara dapat berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua daerah.