Jalan poros Samarinda-Tenggarong ditutup total akibat tanah ambles - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Jalan poros Samarinda–Tenggarong di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, ditutup total bagi kendaraan roda empat atau lebih akibat amblesan tanah yang meluas.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Timur Irhamsyah di Samarinda, Selasa, mengatakan koordinasi lintas sektor dan langkah tanggap darurat telah berjalan sejak peninjauan lapangan.
"Pergerakan tanah di kawasan Yos Sudarso Jembayan memerlukan penanganan khusus dan terintegrasi, langkah awal yang diambil adalah penutupan total akses jalan Poros Yos Sudarso bagi kendaraan umum guna menghindari risiko longsor susulan," kata Irhamsyah.
Ia menegaskan keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar menjadi prioritas utama. Untuk sementara waktu, jalan poros ditutup total bagi kendaraan roda empat atau lebih, sedangkan kendaraan roda dua dan warga lokal yang menuju huniannya diperbolehkan melintas secara terbatas.
Untuk menjaga mobilitas masyarakat, Dinas Perhubungan bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) dan Polsek Loa Kulu telah menerapkan rekayasa lalu lintas dengan menyiapkan jalur alternatif.
Arus lalu lintas dari arah Loa Janan menuju Tenggarong diarahkan masuk melalui Gang Pandawa dan keluar melalui Gang Lere.
Sebaliknya, arus dari Tenggarong menuju Samarinda diarahkan masuk melalui Gang Kenanga dan keluar di Gang Pama.
Mengingat statusnya sebagai jalan nasional, Dinas PUPR Kaltim terus berkoordinasi intensif dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim serta Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR untuk menentukan penanganan teknis lanjutan.
Menurut Irhamsyah, Pemerintah Kabupaten Kukar telah menyiapkan laporan kejadian bencana dan dokumen kondisi lapangan.
BBPJN Kaltim saat ini sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memutuskan penanganan secara darurat atau langsung bersifat permanen. Selain itu, penetapan jalur alternatif pengganti yang lebih representatif ditargetkan rampung dikaji dan disepakati bersama warga setempat dalam waktu tiga hari.
Kajian ini dilakukan untuk memitigasi kekuatan beban tonase jalan agar tidak menimbulkan masalah baru di lapangan. Penanganan dampak longsor Jembayan juga melibatkan sejumlah instansi teknis lainnya.
PDAM melakukan perbaikan dan pergeseran jaringan pipa air minum ke area yang lebih aman, sementara Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar mendata serta merehabilitasi rumah warga yang terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar juga bersiaga dengan mendirikan posko evakuasi sementara jika terjadi pergerakan tanah susulan yang meluas.
Seluruh rangkaian pemantauan dan evaluasi penanganan jalan poros ini terus dipantau berkala oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Kukar bersama tim gabungan Pemprov Kaltim demi memulihkan aksesibilitas masyarakat.
Untuk diketahui, peristiwa tanah longsor parah yang memutus total akses jalan tersebut terjadi pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 05.40 hingga 06.00 WITA.
Sebelumnya, indikasi pergerakan tanah berupa penurunan badan jalan dan keretakan aspal yang berada di tepi Sungai Mahakam ini sudah mulai terpantau dan dilaporkan warga sejak Rabu, 12 Agustus 2026, hingga akhirnya amblas total sedalam 2–3 meter pada akhir pekan tersebut.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.