kingsheadwye.com

Jared Leto Pernah Gelar Acara Spiritual Diduga Sesat, Kini Kembali Disorot

Jakarta -

Nama Jared Leto menjadi sorotan setelah empat wanita menuduh aktor sekaligus vokalis Thirty Seconds to Mars itu melakukan pelecehan seksual saat mereka masih remaja. Di tengah ramainya tuduhan tersebut, publik kembali membahas acara spiritual bernama Mars Island yang pernah digelar Leto.

Mars Island pertama kali digelar pada 2019 di Pulau Obonjan, Kroasia. Retret eksklusif ini ditujukan bagi para penggemar setia Thirty Seconds to Mars atau The Echelon, dengan harga tiket mencapai lebih dari US$6.499 atau sekitar Rp 100 jutaan.

Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai aktivitas seperti yoga, meditasi, berenang, hingga berjalan di pantai. Namun, perhatian publik justru tertuju pada suasana acara yang dinilai seperti kultus sesat. Menurut laporan Air Mail, para peserta juga terlihat bermeditasi, melantunkan nyanyian, dan bersantai tanpa alas kaki bersama Jared Leto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto-foto yang beredar semakin memicu spekulasi. Salah satunya memperlihatkan Leto berdiri di atas tebing dengan kedua tangan terangkat, sementara para penggemarnya di bawah mengikuti pose yang sama. Ada pula momen ketika peserta berpakaian serba putih duduk mengelilinginya sambil mendengarkan sang musisi berbicara.

Tak sedikit yang kemudian menyebut Mars Island memiliki atmosfer seperti sebuah aliran sesat. Bahkan, akun resmi Thirty Seconds to Mars sempat ikut bercanda dengan menulis, "Ya, ini memang sebuah kultus," disertai tagar #MarsIsland.

LONDON, ENGLAND - MARCH 24: Jared Leto attends the Jared Leto. (Photo by Gareth Cattermole/Getty Images) Foto: Gareth Cattermole/Getty Images

Meski begitu, pihak band membantah anggapan tersebut. Mereka mengatakan julukan kultus sengaja dimainkan sebagai anggapan media yang selama ini menyebut penggemar mereka memiliki loyalitas berlebihan.

Sebelum Mars Island, Thirty Seconds to Mars juga pernah menggelar acara serupa bernama Camp Mars di Malibu, California, sejak 2015 hingga 2019. Acara itu berisi kegiatan berkemah, hiking, panahan, hingga konser malam bertajuk Church of Mars.

Kontroversi lama itu kembali mencuat setelah BBC merilis dokumenter Jared Leto: Hollywood's Dark Secret. Dalam film tersebut, empat wanita yang menggunakan nama samaran mengaku mengalami tindakan tidak pantas dari Leto saat mereka masih remaja. Menanggapi tuduhan itu, Jared Leto membantah keras seluruhnya.

"Tuduhan tersebut sepenuhnya dan secara tegas tidak benar. Saya tidak pernah melakukan pelecehan seksual terhadap siapa pun sepanjang hidup saya," tegasnya, seperti dikutip dari Page Six.

Di tengah ramainya pemberitaan, wawancara lama Leto pada 2016 juga kembali viral. Saat itu ia mengaku pernah mengirim kondom bekas dan anal beads kepada beberapa lawan mainnya di film Suicide Squad sebagai bagian dari metode mendalami karakter Joker.

"Saya melakukan banyak hal untuk menciptakan dinamika, unsur kejutan, dan spontanitas. Joker adalah sosok yang tidak menghormati batasan ruang pribadi," ujar Leto kala itu.

(kik/kik)