kingsheadwye.com

Jelang HUT RI ke-81, Syarikat Islam Serukan Lawan Hoaks, Jaga Persatuan dan Ekonomi Nasional

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Jakarta, VIVA – Syarikat Islam melalui Ketua Bidang Organisasi Serumpun Syarikat Islam, Muhammad Nur Ohoitenan, mengihmbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai narasi, berita, maupun flyer ajakan kerusuhan yang beredar di media sosial dan belum terverifikasi kebenarannya.

Baca Juga

Menurut Muhammad Nur Ohoitenan, masyarakat perlu tetap tenang dan mengedepankan verifikasi informasi agar tidak muncul kepanikan yang dapat mengganggu stabilitas sosial maupun aktivitas ekonomi menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kita harus tetap tenang, kritis, dan memastikan sumber informasi sebelum mengambil kesimpulan atau meneruskannya kepada orang lain,” kata Muhammad Nur Ohoitenan.

Baca Juga

Ia menilai, penyebaran informasi palsu atau narasi provokatif bukan hanya berpotensi menimbulkan keresahan, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kondisi keamanan dan stabilitas nasional.

Menurutnya, persepsi ketidakstabilan dapat berdampak pada aktivitas ekonomi. Masyarakat dapat menahan aktivitas konsumsi, pelaku usaha mengambil sikap menunggu, sementara investor dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko. Jika berlangsung luas, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi perdagangan, UMKM, transportasi, pariwisata, hingga iklim investasi.

Baca Juga

“Pembangunan ekonomi membutuhkan stabilitas dan kepercayaan. Jangan sampai narasi yang belum terbukti kebenarannya menciptakan ketakutan yang kemudian mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.

Muhammad Nur Ohoitenan menegaskan bahwa hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap harus dihormati sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara damai dan bertanggung jawab.

“Kritik dan perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi. Yang harus kita hindari adalah provokasi, informasi palsu, dan tindakan yang dapat memecah persaudaraan serta mengganggu ketertiban umum,” katanya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai kesempatan memperkuat persatuan dan optimisme nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan kehilangan persaudaraan. Mari kita periksa setiap informasi sebelum menyebarkannya dan jangan memberikan ruang bagi narasi yang belum terverifikasi untuk menimbulkan ketakutan,” ujar Muhammad Nur Ohoitenan

Menurut dia, menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat. Ruang digital, kata dia, juga harus digunakan untuk memperkuat kepercayaan publik, menyebarkan informasi yang benar, serta menjaga suasana kondusif.

Halaman Selanjutnya

“Menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia, mari kita jaga persatuan dan kesatuan. Jangan mudah terprovokasi. Kita jaga kedamaian, kita jaga stabilitas, dan bersama-sama kita jaga Indonesia,” pungkasnya.