Jelang PORPROV Jateng 2026, Desa Wisata Candirejo Perkuat Kesiapan Pengelola Wisata dengan Dukungan PLN
Sebagai bagian dari upaya tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta (UP2B Jateng & DIY) memberikan dukungan.
Baca Juga: PLN Gandeng Pemprov Bali Kebut Pengembangan PLTS 100 GWp dan BESS
Dukungan diberikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk PETIR (Peningkatan Kompetensi Pengelolaan Wisata Candirejo).
Program yang dilaksanakan di destinasi wisata arung jeram Pesona Garda tersebut menyasar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Candirejo.
Pelatihan diberikan untuk memperkuat kemampuan pengelola dalam menghadapi kebutuhan pengelolaan wisata yang semakin meningkat, terutama dalam menyambut berbagai agenda di wilayah Jawa Tengah, termasuk PORPROV Jawa Tengah 2026 pada Oktober mendatang.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menyampaikan bahwa kesiapan destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh potensi yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memberikan layanan yang aman dan profesional.
“Penguatan kompetensi pengelola menjadi bagian penting dalam memastikan potensi wisata Desa Candirejo dapat berkembang secara berkelanjutan. Kami berharap peningkatan kapasitas ini dapat mendukung kualitas dan keamanan layanan wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Munawwar.
Dalam program tersebut, pengelola wisata Pesona Garda mendapatkan sejumlah materi, antara lain pelatihan dasar keselamatan air, pelatihan tour guide, pelatihan Ahli K3 Umum, serta pelatihan dan sertifikasi Pemandu Wisata Rafting yang bekerja sama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Three S Academy.
Manager PLN UP2B Jateng & DIY, Rachmat Hidayat, mengatakan peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan pengelola wisata dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung, khususnya ketika terjadi peningkatan aktivitas wisata seiring dengan penyelenggaraan PORPROV Jawa Tengah 2026.
“Keselamatan dan kualitas pelayanan menjadi hal yang penting dalam pengelolaan wisata arung jeram. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami berharap para pengelola memiliki kompetensi yang semakin baik sehingga mampu memberikan rasa aman dan pengalaman wisata yang berkualitas bagi pengunjung,” ungkap Rachmat.
Ketua Pokdarwis Desa Wisata Candirejo, Muhammad Zamroni, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan destinasi wisata.
“Program ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan dan pelayanan wisata. Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi, kami semakin siap mengelola wisata arung jeram Pesona Garda secara profesional dan aman, termasuk dalam menyambut PORPROV Jawa Tengah 2026,” ujar Zamroni.
Penguatan kompetensi pengelola menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan Desa Wisata Candirejo menyambut peserta maupun wisatawan yang berkunjung selama penyelenggaraan PORPROV Jawa Tengah 2026.
Selain aspek keselamatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia diharapkan turut memperkuat daya saing destinasi dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata.
Melalui program PETIR, PLN turut mendukung pengembangan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat mengoptimalkan potensi desa secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesiapan Desa Wisata Candirejo dalam menyambut berbagai agenda dan peluang pengembangan pariwisata di Jawa Tengah.