Kabupaten Cianjur pastikan 372.772 warga tetap dapat jaminan kesehatan - ANTARA News Jawa Barat
Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan 372.772 warga tidak mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak masuk dalam daftar peserta jaminan kesehatan yang dihapuskan seiring diberhentikannya Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.
Kepala Dinas Kesehatan Cianjur Made Setiawan, di Cianjur, Rabu, mengatakan Pemkab Cianjur resmi menghentikan UHC Prioritas untuk BPJS Kesehatan akibat sekitar 400 ribu peserta yang iurannya dibayarkan pemerintah daerah dicoret karena efisiensi anggaran.
"Saat ini tersisa sekitar 372.772 jiwa yang tetap menjadi tanggungan APBD hingga akhir tahun, setelah UHC Prioritas dihentikan berdasarkan Surat Edaran Nomor 400.7/x/2026 di mana sebelumnya 815.690 jiwa yang didaftarkan Pemkab Cianjur," katanya.
Saat ini Pemkab Cianjur, kata dia, tidak lagi menyandang UHC Prioritas non cut off tetapi UHC cut off, di mana dampaknya masyarakat yang baru mendaftarkan biasanya dapat langsung aktif sedangkan UHC cut off baru bisa aktif setelah 2 pekan hingga 1 bulan setelah didaftarkan.
Ketika ada warga yang sangat membutuhkan turut terhapus namun jelas masuk kategori yang harus dibantu maka akan diaktifkan kembali. Mereka dapat menghubungi aparat desa, puskesmas atau datang langsung ke dinas.
Dia menjelaskan, untuk dapat UHC Prioritas minimal kepesertaan 98 persen dari total penduduk dan keaktifan minimal 80 persen, sehingga dengan berkurang 400 ribu peserta membuat persentase jumlah peserta turun sehingga UHC Prioritas dihentikan.
Pengurangan jumlah peserta BPJS yang iurannya dibiayai pemkab merupakan dampak efisiensi anggaran, yang saat ini hanya mampu menganggarkan Rp15 miliar per bulan yang sebelumnya Rp30 miliar per bulan untuk iuran BPJS Kesehatan.
"Karena ada efisiensi anggaran yang juga kebijakan pemerintah pusat ketersediaan anggaran hanya Rp15 miliar, sehingga pengurangan membuat persentase jumlah peserta BPJS Kesehatan di Cianjur di bawah syarat minimal untuk menjadi UHC Prioritas," katanya.
Penghapusan dan pemberhentian UHC Priorotas sudah disebar ke setiap puskesmas, desa, hingga tingkat RT, sehingga masyarakat dapat mengkonfirmasi ke puskesmas terdekat dan kantor desa masin-masing.
"Kami akan terus berupaya agar ke depan jumlah peserta yang iurannya dibiayai dapat kembali bertambah dan Cianjur kembali menerapkan UHC Prioritas," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.