kingsheadwye.com

Kabupaten Cirebon hadirkan program magang ke Jepang untuk 75 peserta - ANTARA News Jawa Barat

Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menghadirkan program pelatihan bahasa dan budaya Jepang untuk mempersiapkan 75 pencari kerja mengikuti program magang di Jepang pada 2026.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto di Cirebon, Rabu, mengatakan program tersebut mendapat minat tinggi dengan sekitar 1.400 masyarakat mendaftar pada tahap awal.

“Dari 1.400 yang mendaftar, sudah terseleksi berdasarkan domisili kependudukan, kemudian tes kesehatan dan minat. Saat ini ter-filter 84 orang dari kuota anggaran 75 orang,” katanya.

Ia menuturkan, sebanyak 84 kandidat tersebut masih mengikuti seleksi online selama sekitar tiga pekan untuk memastikan keseriusan dan minat mereka mengikuti program magang ke Jepang.

Setelah seleksi online, kata dia, kandidat akan menjalani pemeriksaan kesehatan khusus untuk Jepang atau Igra serta psikotes sebelum ditetapkan sebagai peserta yang mengikuti pelatihan.

“Setelah tahapan ini selesai, terfilter sekian orang akan dilepas, diberangkatkan menuju tempat LPK atau pelatihan yang berada di Depok,” ujarnya.

Menurut Novi, peserta yang lolos akan mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang selama sekitar tiga bulan di lembaga pelatihan kerja (LPK) di Depok sebagai persiapan bekerja atau magang di Jepang.

Ia menyampaikan, program tersebut merupakan batch kedua pada 2026 dengan konsep from zero to hero, yang mempersiapkan pencari kerja dan lulusan baru Kabupaten Cirebon mulai dari kemampuan bahasa hingga pemahaman budaya kerja Jepang.

Novi mengatakan program magang tersebut tidak hanya diarahkan untuk membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan peserta, tetapi juga membentuk kedisiplinan, pola pikir, dan pemahaman budaya kerja.

“Peluang kerja, kesempatan kerja anak-anak Cirebon tidak hanya dari segi kesejahteraan, tapi juga kedisiplinan, mindset dan culture set-nya bisa diterapkan ketika kembali ke Cirebon,” katanya.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron mengatakan pemerintah daerah menanggung biaya persiapan peserta, termasuk pelatihan bahasa dan budaya, pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga kebutuhan pendukung keberangkatan.

“Belajarnya tiga bulan dan makan serta biaya ditanggung oleh pemerintah daerah,” katanya.

Ia menjelaskan program tersebut menyasar masyarakat kurang mampu sehingga mereka dapat memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan dan persiapan magang ke Jepang tanpa terbebani biaya.

Imron mengatakan peserta yang nantinya diberangkatkan akan ditempatkan pada perusahaan sektor manufaktur di Jepang, dengan masa kontrak awal selama tiga tahun.

“Kontraknya tiga tahun. Nanti bisa diperpanjang kalau memang orang itu,” ujarnya.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.