kingsheadwye.com

Kadin: Penguatan aliansi dengan negara produsen sawit upaya strategis

Indonesia perlu membangun aliansi dengan negara produsen lain guna memperkuat posisi tawar, menjaga akses pasar, menghadapi hambatan perdagangan, dan menjaga stabilitas pasar sawit global

Jakarta (ANTARA) - Penguatan aliansi dengan negara-negara produsen sawit dinilai menjadi langkah strategis bagi Indonesia mengingat kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama penyumbang devisa nasional.

Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin, Indonesia memiliki kepentingan strategis untuk memperkuat kerja sama dengan negara -negara produsen kelapa sawit guna meningkatkan posisi tawar, menjaga akses pasar, dan menghadapi berbagai hambatan perdagangan di pasar global.

"Indonesia perlu membangun aliansi dengan negara produsen lain guna memperkuat posisi tawar, menjaga akses pasar, menghadapi hambatan perdagangan, dan menjaga stabilitas pasar sawit global," katanya di Jakarta, Rabu.

Untuk itu Kadin mengusulkan agar Indonesia mengoptimalkan peran Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) atau Dewan Negara - Negara Penghasil Minyak Kelapa Sawit sebagai wadah untuk menyuarakan kepentingan bersama sekaligus memperkuat posisi komoditas sawit dalam perdagangan global.

Saleh berharap penguatan peran CPOPC dapat menghasilkan langkah bersama dalam berbagai aspek mulai dari diplomasi perdagangan, penguatan prinsip keberlanjutan, promosi sawit, pengembangan pasar, hingga riset dan inovasi.

“Ini penting karena ekspor sawit Indonesia bernilai lebih dari 20 miliar dolar AS per tahun dan memiliki kontribusi signifikan terhadap devisa nasional,” ujar dia dalam keterangannya.

Menurut dia, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah cukup optimal dalam memperkuat kerja sama dengan negara-negara produsen sawit di tingkat global.

Namun, lanjutnya BPDP perlu meningkatkan peran sebagai katalisator kerja sama internasional dengan mengoptimalkan sumber daya yang berasal dari sektor sawit untuk mendukung berbagai agenda strategis.

Baca juga: CPOPC perluas keanggotaan pacu pengembangan industri minyak sawit

Baca juga: Indonesia setujui Kongo jadi anggota CPOPC

"Dengan demikian, Indonesia bisa memperkuat posisi tawar dalam tata kelola sawit global dan mengamankan sumber devisa nasional dalam jangka panjang," katanya.

Sementara itu Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) CPOPC, Musdhalifah Machmud memastikan pihaknya terus memperkuat advokasi sektor sawit di tingkat global sekaligus menyuarakan berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kepentingan petani dan pelaku industri sawit.

CPOPC juga menargetkan terciptanya kepastian akses pasar yang stabil bagi negara-negara anggota serta peningkatan persepsi positif masyarakat global terhadap komoditas sawit.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai bentuk kerja sama dan forum diskusi tingkat tinggi yang melibatkan perwakilan pemerintah, institusi, serta organisasi dari berbagai sektor.

Selain itu, CPOPC terus mengadvokasikan terimplementasinya sistem keberlanjutan di taraf internasional baik untuk mendorong negara produsen sawit maupun meningkatkan keberterimaan negara konsumen terhadap standar keberlanjutan yang sudah diimplementasikan di negara-negara produsen sawit.

Musdhalifah Machmud menambahkan, pihaknya terus melakukan edukasi dan memperluas penyebaran informasi mengenai manfaat kelapa sawit yang berbasis pada sains, fakta dan data.

Selain itu, lembaga tersebut juga mendorong keterlibatan generasi muda khususnya yang memiliki latar belakang sektor sawit untuk turut menyebarluaskan informasi positif mengenai kelapa sawit melalui Program Young Elaeis Ambassadors.

Baca juga: Kadin memprediksikan ekspor minyak sawit tumbuh pesat karena IEU-CEPA

Baca juga: Airlangga: Program PSR penting untuk tingkatkan produktivitas sawit

Pewarta: Subagyo
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.