KAI Tanam 25 Pohon di Balai Yasa Yogyakarta, Total 99.785 Pohon Sejak 2022
Sepanjang 2026, KAI telah menanam 4.540 pohon, memperluas pemanfaatan energi terbarukan, serta mengurangi limbah melalui digitalisasi dan ekonomi sirkular
Yogyakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menanam 25 pohon produktif di Balai Yasa Yogyakarta, Senin (13/7). Kegiatan dalam rangkaian Pekan Olahraga dan Seni Kereta Api (Porsenika) 2026 tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan di lingkungan KAI Group.
Pohon yang ditanam memiliki tinggi rata-rata 2,5 hingga 3 meter, terdiri atas 10 pohon mangga, 2 pohon mundu, 5 pohon duku, 5 pohon nangka, dan 3 pohon sawo beludru. Lokasi dan jarak tanam diatur agar pohon dapat berkembang dengan baik serta memberikan manfaat bagi lingkungan Balai Yasa Yogyakarta.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, penanaman pohon mencerminkan arah transformasi perusahaan yang mengedepankan keseimbangan antara profit, people, dan planet. Kinerja bisnis perlu berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan manusia dan pelestarian lingkungan.
“Transformasi KAI diarahkan pada keseimbangan 3P, yaitu profit, people, dan planet. Perusahaan harus mampu menjaga kinerja, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan berperan aktif dalam merawat bumi. Prinsip tersebut menjadi bagian dari cara KAI menjalankan bisnis secara berkelanjutan,” kata Bobby.
Sepanjang 2026, KAI telah menanam 4.540 pohon. Secara kumulatif, sejak 2022 hingga 13 Juli 2026, jumlah pohon yang telah ditanam mencapai 99.785 pohon.
Jumlah tersebut terdiri atas 64.157 pohon pada 2022, 17.123 pohon pada 2023, 6.716 pohon pada 2024, 7.249 pohon pada 2025, serta 4.540 pohon sepanjang 2026. Penanaman dilakukan di berbagai wilayah kerja KAI dengan memperhatikan kesesuaian jenis pohon dan kondisi lingkungan setempat.
Penanaman secara simbolis di Balai Yasa Yogyakarta dilakukan oleh para Kepala Daerah Operasi, Kepala Divisi Regional, Kepala Divisi LRT Jabodebek, perwakilan PT Kereta Cepat Indonesia China, perwakilan gabungan anak perusahaan, serta para ketua kontingen Porsenika 2026.
Balai Yasa Yogyakarta yang berada di kawasan Pengok merupakan salah satu pusat perawatan berat lokomotif KAI. Balai yasa ini menjalankan perawatan, perbaikan, dan peningkatan keandalan lokomotif agar sarana tetap siap mendukung keselamatan serta kelancaran perjalanan kereta api.
Bobby mengatakan, keterlibatan pimpinan unit kerja dan peserta Porsenika menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui partisipasi bersama di seluruh KAI Group.
“Penanaman pohon dalam rangkaian Porsenika memadukan semangat kompetisi yang sehat dengan kepedulian terhadap lingkungan. Keterlibatan para pimpinan unit kerja dan kontingen diharapkan memperkuat kebiasaan baik yang dapat diterapkan kembali di lingkungan kerja masing-masing,” ujar Bobby.
Porseni Kereta Api 2026 diikuti 1.632 peserta dari 17 kontingen KAI Group. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kesehatan, sportivitas, kreativitas, dan kolaborasi antarpekerja.
Semangat keberlanjutan turut diterapkan selama kegiatan berlangsung. Para pekerja mengumpulkan seragam putih R6 yang sudah tidak digunakan untuk diolah menjadi produk baru yang memiliki nilai guna. Peserta juga didorong menggunakan tumbler dan alat makan guna ulang untuk membantu mengurangi timbulan sampah sekali pakai.
Menurut Bobby, kegiatan di Balai Yasa Yogyakarta melengkapi berbagai program lingkungan yang telah diterapkan KAI dalam kegiatan operasional dan pelayanan pelanggan.
Pada aspek energi, KAI telah mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya di 92 lokasi. Total kapasitas terpasang mencapai 4.430,65 kilowatt peak dengan potensi pengurangan emisi lebih dari 5.000 ton karbon dioksida per tahun.
Sejak 1 Juli 2026, KAI juga mulai mengimplementasikan bahan bakar biodiesel B50 sebagai pelaksanaan mandatori pemerintah. B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis nabati dan 50 persen diesel yang diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan energi domestik serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Implementasi B50 dilakukan dengan memperhatikan kesiapan sarana, kualitas bahan bakar, keselamatan, dan keandalan operasi.
“Pemanfaatan PLTS dan implementasi B50 menjadi bagian dari transisi energi KAI. Setiap penerapannya dilakukan secara terukur dengan tetap menempatkan keselamatan, kesiapan sarana, dan keandalan pelayanan sebagai prioritas,” kata Bobby.
Pengurangan penggunaan kertas juga dilakukan melalui digitalisasi pelayanan. Sepanjang Semester I 2026, Face Recognition Boarding Gate digunakan oleh 5.555.034 pelanggan KA Jarak Jauh dan mengurangi kebutuhan sekitar 13.888 rol kertas boarding pass, dengan estimasi penghematan mencapai Rp203,80 juta.
Berdasarkan simulasi internal, pengurangan kertas tersebut setara dengan kebutuhan bahan baku sekitar 75 pohon. Digitalisasi memberikan kemudahan bagi pelanggan sekaligus membantu mengurangi penggunaan sumber daya dalam proses pelayanan.
KAI juga telah menyediakan 124 unit fasilitas air minum gratis di 58 stasiun. Fasilitas tersebut mendukung penggunaan tumbler dan pengisian ulang air minum sehingga konsumsi kemasan botol sekali pakai selama perjalanan dapat dikurangi.
Pengolahan seragam bekas menjadi produk baru turut menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular. Material yang sudah tidak digunakan dikelola kembali agar memiliki manfaat serta membantu mengurangi limbah tekstil.
“Program keberlanjutan KAI mencakup pengelolaan energi, penggunaan kertas, air, dan limbah. Penerapannya diarahkan untuk mendukung keandalan operasi, kualitas pelayanan, pengendalian biaya, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Bobby.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.