Kampung Dolanan Sidowayah Klaten ajak wisatawan nostalgia permainan masa lampau
Kampung Dolanan Sidowayah Klaten ajak wisatawan nostalgia permainan masa lampau
Sabtu, 22 Agustus 2026 19:47 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia (RI) Arifatul Choiri Fauzi ikut bermainan dolanan anak di Kampung Dolanan Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026). ANTARA/Aris Wasita
Klaten (ANTARA) - Kampung Dolanan Sidowayah di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengajak wisatawan nostalgia dengan berbagai permainan di masa lampau.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menghadiri acara peluncuran (launching) rebranding Kampung Dolanan Sidowayah yang didukung oleh kolaborasi bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) dan AQUA tersebut, Sabtu mengatakan berbagai pihak sepakat melakukan rebranding untuk memperkuat keberadaan Kampung Dolanan Sidowayah sebagai sarana edukasi budaya dan pembentukan karakter generasi muda.
Ia mengatakan penguatan fasilitas dan program di Kampung Dolanan Sidowayah diharapkan dapat menjaga kelestarian warisan budaya, khususnya permainan tradisional Jawa di tengah gempuran modernisasi.
“Berawal dari Kampung Sidowayah ini, ke depan kita bisa menyelamatkan generasi penerus kita sehingga mereka bisa mengenal kembali bagaimana warisan budaya dan permainan tradisional dari leluhur kita,” ujarnya.
Menurutnya, permainan tradisional tidak sekadar memberikan hiburan bagi anak-anak, tetapi juga menyajikan beragam nilai filosofis serta pelajaran hidup yang bernilai tinggi.
Melalui ragam kegiatan di lokasi tersebut, generasi muda diharapkan dapat menginternalisasi nilai-nilai karakter positif, memperluas wawasan, dan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh demi mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Dengan masuknya dukungan dari akademisi UNS dan pihak swasta, dikatakannya, fasilitas serta program edukasi di Kampung Dolanan Sidowayah dinilai semakin komprehensif untuk menyambut pengunjung dari berbagai daerah.
Sementara itu, peresmian dilakukan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia (RI) Arifatul Choiri Fauzi. Pada kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang ramah perempuan dan ramah anak.
Dalam sambutannya, Arifah Fauzi mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, dunia usaha, BPIP, serta masyarakat dalam membangun ruang yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus pemberdayaan perempuan.
Ia menilai Desa Sidowayah memiliki kekuatan tersendiri karena mampu mempertahankan nuansa tradisional dan mengembangkan budaya lokal sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
“Di sini masih terasa kuat nuansa tradisional dan kesederhanaannya. Desa ini mampu mempertahankan sekaligus mengembangkan budaya lokal yang ada,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak di era digital, terutama makin kuatnya ketergantungan terhadap gadget. Menurutnya, anak tidak cukup hanya dilarang atau dibatasi dalam menggunakan gawai. Orang tua dan masyarakat perlu menyediakan alternatif aktivitas yang menarik dan bermakna.
Salah satu alternatif yang dinilai efektif adalah menghidupkan kembali permainan tradisional berbasis kearifan lokal.
“Anak-anak kita tidak bisa hanya dilarang, dibatasi, atau diminta mengurangi penggunaan gadget. Kita harus memberikan alternatif, dan salah satu alternatif terbaik adalah permainan tradisional,” katanya.
Menurut dia, permainan tradisional tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mengandung nilai pendidikan karakter. Permainan tersebut umumnya dilakukan secara berkelompok sehingga anak belajar berinteraksi dan menghadapi berbagai situasi sosial secara langsung.
“Anak belajar jujur, anak belajar antre, anak belajar menghargai orang lain, anak belajar bekerja sama, anak belajar sportif. Anak belajar menerima kemenangan sekaligus belajar menerima kekalahan,” jelasnya.
Ia menambahkan nilai-nilai tersebut sekaligus mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Dalam permainan tradisional, anak-anak dapat bermain bersama tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang kelompok.
Oleh karena itu, permainan tradisional dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus memperkuat hubungan antarmanusia, termasuk kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.
Sementara itu, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi meluncurkan kembali Kampung Dolanan Sidowayah yang berada di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten tersebut dengan mengangkat tagline BERSEMI.
Kegiatan ini sebagai bagian dari implementasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Studi dan Penelitian (KSP) “Principium” Fakultas Hukum (FH) UNS.

Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menyampaikan Kampung Dolanan Sidowayah bukanlah potensi yang baru muncul. Identitas Sidowayah sebagai kampung dolanan telah tumbuh dari masyarakat dan menjadi bagian dari kekayaan budaya sekaligus potensi wisata edukasi Kabupaten Klaten. Peluncuran ini menjadi momentum penguatan potensi Sidowayah sebagai destinasi wisata edukasi berbasis budaya, permainan tradisional, sains, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Melalui Program PPK Ormawa, KSP ‘Principium’ FH UNS hadir membawa semangat baru. Hari ini kita melakukan re-launching Kampung Dolanan Sidowayah dengan tagline ‘BERSEMI’, sebuah semangat agar potensi yang telah dimiliki Sidowayah dapat terus tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat yang semakin luas,” ujar Prof. Hartono.
BERSEMI merupakan akronim dari Berbudaya, Eksploratif, Rekreatif, Sains, Ekologis, Mandiri, dan Inklusif. Konsep tersebut menjadi landasan pengembangan Kampung Dolanan Sidowayah sebagai sebuah ekosistem yang mempertemukan budaya dan modernitas, permainan tradisional dan sains, rekreasi dan pendidikan, serta pengembangan ekonomi dengan kelestarian lingkungan.
Menurut dia, pengembangan Kampung Dolanan Sidowayah juga sejalan dengan semangat Kampus Berdampak. Mahasiswa diharapkan tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat dan mampu mengimplementasikan gagasan sehingga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Ia pun memberikan apresiasi kepada mahasiswa KSP “Principium” FH UNS, dosen pendamping, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat Sidowayah yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan program tersebut.
Penguatan Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. UNS menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PPPA RI yang melibatkan Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI sebagai bagian dari program prioritas Ruang Bersama Indonesia.
Program tersebut juga menjadi bagian dari Paket Aglomerasi Wisata Klaten yang menghubungkan Desa Delanggu, Desa Kranggan, dan Desa Sidowayah. UNS juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Klaten dalam membuka ruang kolaborasi dan pengembangan potensi desa. Hubungan UNS dan Pemerintah Kabupaten Klaten sendiri telah terjalin melalui kerja sama pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi sejak 2023.
Kolaborasi UNS dengan Kabupaten Klaten juga telah berlangsung jauh sebelumnya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kabupaten Klaten menjadi salah satu wilayah tujuan KKN UNS sejak 2014. Pada periode Juli-Agustus 2026, sebanyak 124 mahasiswa UNS tersebar di 13 desa di Kabupaten Klaten untuk belajar bersama masyarakat sekaligus berkontribusi melalui berbagai program pemberdayaan desa.
Selain itu, UNS menyampaikan terima kasih kepada BPIP atas kolaborasi dalam menguatkan implementasi nilai-nilai Pancasila melalui permainan tradisional.
Apresiasi juga diberikan kepada Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia atas dukungan dalam menjaga dan menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari pendidikan budaya anak.
Prof. Hartono berharap Kampung Dolanan Sidowayah ‘BERSEMI’ tidak berhenti pada seremoni peluncuran. Ke depan, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi living laboratory sekaligus ruang belajar yang hidup bagi masyarakat.
Di dalam Kampung Dolanan Sidowayah ‘BERSEMI’, terdapat banyak permainan tradisional yang disediakan. Mulai dari balap karung, tarik tambang, hingga lompat tali.
“Semoga Kampung Dolanan Sidowayah ‘BERSEMI’ dapat terus tumbuh dan berkembang serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” pungkas Prof. Hartono.
Selain Menteri Arifatul, Bupati Hamenang, dan Prof Hartono, hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, beserta jajaran Direktur Jaringan dan Pembudayaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Dr. Agus Moh. Najib, S.Ag., M.Ag., serta Wakil Rektor UNS Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS Prof. Ir. Dody Ariawan, M.T., Ph.D.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.