kingsheadwye.com

Kanwil Ditjenpas Babel bangun dua lapas atasi kelebihan kapasitas - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membangun dua lembaga permasyarakatan (lapas), guna mengatasi kelebihan kapasitas di lapas daerah itu.

"Kita sudah memiliki lahan pembangunan dua lapas ini di Kabupaten Belitung Timur dan Bangka Selatan," kata Kepala Kanwil Ditjenpas Provinsi Kepulauan Babel Ade Agustina di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan saat ini jumlah warga binaan di lapas Provinsi Kepulauan Babel sudah mencapai 3.069 orang. Sementara ideal kapasitas lapas se-Kepulauan Babel hanya 1.376 warga binaan.

"Saat ini jumlah warga binaan di lapas sudah over kapasitas sebesar 224 persen, sehingga perlu pembangunan lapas baru untuk mengatasi kelebihan penghuni di lembaga permasyarakatan ini," katanya.

Ia berharap pemerintah daerah membantu percepatan pembangunan lapas di Toboali Kabupaten Bangka Selatan dan Belitung Timur, guna mengatasi kelebihan kapasitas warga binaan.

"Selama ini, kita dalam mengatasi over kapasitas ini dengan mendampingi dan membina warga binaan untuk selalu mematuhi aturan, agar mereka nantinya mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman," ujarnya.

Selain itu, Kanwil Ditjenpas Provinsi Kepulauan Babel juga melakukan pergeseran atau pemindahan warga binaan di lapas yang mengalami kelebihan kapasitas ke lapas yang masih dapat menampung warga binaan, misalnya Lapas Tua Tunu Pangkalpinang sudah kelebihan kapasitas dan warga binaan dipindahkan ke Lapas Muntok Bangka Barat.

"Kita sudah membahas hal ini dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani dan beliau sangat mendukung pembangunan lapas baru ini," katanya.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menyatakan Pemprov Kepulauan Babel siap membantu Ditjenpas untuk membangun lapas baru di Bangka Selatan dan Belitung Timur.

"Kita siap membantu pembangunan lapas ini, karena penghuni lapas ini sudah padat sekali dan kasihan warga binaan ini harus berdesak-desakan di dalam kamar penjara ini," katanya.
 

Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.