kingsheadwye.com

Kanwil Kemenkum Babel gali potensi Indikasi Geografis Nanas Tua Tunu - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggali potensi Indikasi Geografis (IG) Nanas Tua Tunu Kota Pangkalpinang guna mendorong pengembangan dan pelindungan kekayaan intelektual berbasis potensi unggulan di daerah itu.

"Potensi Nanas Tua Tunu perlu kita gali secara serius agar mendapatkan pelindungan melalui IG ini,” kata Kepala Kanwil Kemenkum Kepulauan Babel, Johan Manurung di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan Indikasi Geografis dapat menjadi instrumen penting untuk memberikan pelindungan terhadap produk yang memiliki karakteristik dan reputasi yang berkaitan dengan wilayah geografisnya.

Sehingga, kata dia, potensi Nanas Tua Tunu perlu digali secara serius. Bukan hanya melihat produknya, tetapi juga sejarah, karakteristik, reputasi, proses budidaya, dan hubungan dengan wilayah geografisnya.

"Jika seluruh unsur tersebut dapat dibuktikan dan memenuhi persyaratan, tentu ini menjadi peluang bagi Nanas Tua Tunu untuk mendapatkan pelindungan melalui indikasi geografis,” ujarnya.

Ia menegaskan Kanwil Kemenkum Babel siap mendukung dan memberikan pendampingan sesuai tugas dan kewenangan dalam proses inventarisasi serta pengkajian potensi Indikasi Geografis.

“Kami ingin kekayaan lokal tidak hanya dikenal sebagai produk unggulan, tetapi juga memiliki pelindungan hukum dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, sinergi dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang, termasuk melalui Sentra KI, perlu terus diperkuat,” katanya.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Babel, Kaswo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pangkalpinang untuk menggali potensi Indikasi Geografis Nanas Tua Tunu.

"Koordinasi ini menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi produk unggulan daerah yang memiliki karakteristik, reputasi, serta keterkaitan dengan wilayah geografis tertentu," katanya.

Ia menyatakan Nanas Tua Tunu menjadi salah satu potensi yang perlu dilakukan inventarisasi dan pengkajian lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik produk, sejarah dan reputasinya, serta hubungan dengan kondisi geografis wilayah Tua Tunu, Kota Pangkalpinang.

Dalam koordinasi ini, Kanwil Kemenkum Babel menyampaikan pentingnya pengumpulan data dan informasi secara komprehensif mengenai Nanas Tua Tunu. Data yang diperlukan antara lain meliputi sejarah dan reputasi produk, karakteristik buah, proses dan teknik budidaya, kondisi geografis, serta keterkaitan antara karakteristik Nanas Tua Tunu dengan faktor geografis dan masyarakat setempat.

"Kami berharap Sentra KI Kota Pangkalpinang dapat semakin aktif dalam mengidentifikasi potensi kekayaan intelektual daerah, termasuk potensi Indikasi Geografis Nanas Tua Tunu ini,” ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.