kingsheadwye.com

Karhutla di Kalsel relatif terkendali dibanding Kalteng-Kalbar - ANTARA News Kalimantan Barat

Banjarbaru (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan relatif lebih terkendali dibandingkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat berdasarkan titik api, kejadian kebakaran, dan luas areal yang terbakar.

Kepala BNPB Suharyanto dalam kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis, mengatakan kondisi karhutla di Kalsel tahun ini bahkan lebih terkendali dibandingkan situasi pada tahun-tahun sebelumnya ketika fenomena El Nino turut meningkatkan risiko karhutla.

“Kalsel ini relatif lebih terkendali lah, lebih terkendali. Dari titik apinya, dari titik kebakarannya, dari luas areal terbakar itu tidak sebesar Kalteng dan Kalbar,” ujarnya.

Suharyanto menyebut Kalimantan Barat berada pada urutan pertama, Kalimantan Tengah kedua, sedangkan Kalimantan Selatan ketiga dalam perbandingan kondisi karhutla tiga provinsi tersebut, sehingga Kalsel dinilai memiliki kondisi yang lebih terkendali dibandingkan dua provinsi lainnya.

“Kondisi tersebut tidak berarti kewaspadaan dapat dikurangi karena hujan tetap menjadi salah satu faktor paling efektif dalam membantu pemadaman karhutla, pertumbuhan bibit awan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca masih sulit dalam beberapa hari terakhir,” katanya.

Bahkan, kata dia, kondisi di Kota Banjarmasin juga relatif aman dari kebakaran karena tidak terdapat kejadian karhutla di wilayah kota tersebut, meskipun kawasan lain di Kalsel, termasuk Banjarbaru, masih menghadapi penanganan kebakaran dan ancaman paparan asap.

“Hujan di Banjarmasin itu tidak memadamkan api yang di bawah, tapi paling tidak mengamankan Banjarmasin dari paparan asap,” tuturnya.

Ia menegaskan BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait tetap memperkuat penanganan karhutla dengan mengoptimalkan satuan tugas darat serta dukungan operasi modifikasi cuaca ketika kondisi atmosfer memungkinkan untuk membantu menekan risiko kebakaran dan dampak asap.

“Kewaspadaan tetap diperlukan sampai curah hujan meningkat dan musim penghujan kembali berlangsung, karena hujan deras menjadi faktor penting untuk membantu pemadaman kebakaran sekaligus mempercepat pemulihan lahan terdampak,” ujar Suharyanto.

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.