kingsheadwye.com

Kasus Mega Korupsi Eks Jampidsus Bisa Bikin Impian Prabowo Kacau Balau

Selasa, 14 Juli 2026, 06:10 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah tertekan pada perdagangan awal pekan. Rupiah ditutup di level Rp18.109 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 44 poin pada perdagangan Senin (13/7/2026) dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp18.065 per dolar AS.

Di balik pelemahan mata uang Garuda, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai bukan hanya faktor global yang menjadi penyebab, tetapi juga kondisi penegakan hukum di dalam negeri yang tengah menjadi sorotan.

Ibrahim mengatakan, perhatian pelaku pasar tertuju pada mencuatnya dugaan mega korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.  

Ibrahim menilai kasus tersebut, ditambah dugaan konflik antarlembaga penegak hukum, berpotensi menggerus kepercayaan investor dan menghambat target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang selama ini diimpi-impikan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Mahfud MD: Eks Jampidsus Itu Merampok, Kok Jaksa Agung sampai Sekarang Tutup Mulut?

"Kasus hukum yang terjadi saat ini bisa berdampak terhadap ekonomi. Pasalnya, hukum sebagai faktor lingkungan bisnis jelas sangat mempengaruhi kinerja ekonomi melalui perilaku ekonomi, efisiensi ekonomi, investasi maupun inovasi," kata Ibrahim.

Ia menjelaskan, kepastian hukum merupakan salah satu faktor penting yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modal. Karena itu, apabila penegakan hukum dipersepsikan tidak memberikan kepastian, maka kepercayaan pelaku pasar dapat menurun.

"Dengan hukum yang seperti ini, maka jangan lagi bicara kepastian hukum. Otomatis kepercayaan investor jatuh. Ditambah banyaknya kebijakan tidak pro-pasar, memicu terjadinya 'vote of no confidence'. Ini akan menghambat perekonomian. Pada gilirannya menghambat pemerintah mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: 'Jeruk Makan Jeruk' Anak Buah Prabowo Respons Pelimpahan Kasus Eks Jampidsus ke Kejagung

Ibrahim juga menyebut kasus yang menyeret Febrie Adriansyah menjadi ujian besar bagi sistem penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, aparat penegak hukum seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat maupun dunia usaha.

Ia pun menilai Presiden Prabowo menghadapi tantangan besar untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap sektor hukum sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Presiden Prabowo Subianto mendapat ujian yang berat dalam masalah hukum dan dampaknya terhadap ekonomi," ucap Ibrahim.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri