Kebakaran Hutan Makin Marak, Pemulihan Ekosistem Penting Dilakukan
Jakarta -
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belakangan makin marak. Pemulihan ekosistem dinilai penting dilakukan setelah upaya pemadaman.
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengungkap total luas hutan yang terbakar di Indonesia telah mencapai lebih dari 107 ribu hektare.
"Sampai dengan hari ini, wilayah kita di Indonesia ini yang terbakar hutan terhitung 107 ribu hektare lebih sampai dengan hari ini," ujar Djamari di Kantor Kemenko Polkam Jakarta, Senin (10/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djamari menegaskan pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengendalikan karhutla. Dia juga memastikan anggaran penanganan telah tersedia dan dapat digunakan sesuai kebutuhan.
"Anggaran saya kira untuk itu anggaran disiapkan oleh pemerintah dan siap, bahkan anggaran itu selalu siap. Saya selalu tanya kepada Kepala BNPB, anggaran berapa? Berapa pun Presiden akan mengeluarkan demi kepentingan mengatasi ini," tegas Djamari.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menambahkan kerusakan ekosistem yang dihadapi Indonesia membutuhkan langkah serius dan tidak bisa hanya mengandalkan pola penanganan yang sama seperti sebelumnya.
Untuk itu, Kemenhut meluncurkan Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan hutan dan ekosistem yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Peluncuran itu dilakukan di Taman Wisata Alam (TWA) Muara Angke. Tahun ini tema yang diusung adalah 'Kerja Bersama Merawat Alam'. Menhut Raja Antoni menyebut gerakan ini membuktikan bahwa restorasi ekosistem perlu dilakukan secara serius.
"Saya kira momentum itu menjadi tepat dengan tema yang tadi ditawarkan. Sama-sama bahwa sekarang kita mulai bergerak untuk melakukan pemulihan ekosistem, gerakan pemulihan ekosistem," kata Menhut Raja Antoni seperti dikutip Antara, Selasa (11/8/2026).
"Bahwa kita sekarang memang harus beranjak secara serius untuk melakukan restorasi ekosistem," sambungnya.
Menhut menegaskan pemerintah menyadari adanya keterbatasan, baik dari sisi pendanaan maupun sumber daya. Karena itu, Kemenhut membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung proses restorasi hutan.
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan ekologi. Kegiatan konservasi harus tetap memiliki semangat untuk mengerem kerusakan hutan yang berlebihan.
(wsw/wsw)