kingsheadwye.com

Kebayoran Lama distribusi 349 tong biopori jumbo untuk kelola sampah

Jakarta (ANTARA) - Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan mendistribusikan sebanyak 349 tong biopori jumbo dalam upaya memperkuat pengelolaan sampah organik dari sumbernya.

"Melalui upaya ini, diharapkan penumpukan sampah akan semakin berkurang karena sampah organik akan terurai melalui sistem teba dan biopori," kata Camat Kebayoran Lama Mustofa Thohir di halaman Kantor Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin.

Mustofa mengatakan pembagian tong biopori jumbo merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam mengurangi timbulan sampah, seiring adanya pembatasan pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Upaya ini sebagai tindak lanjut komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi permasalahan sampah, salah satunya melalui lubang biopori, teba modern, dan komposter untuk pengelolaan sampah organik.

Mustofa menjelaskan sebanyak 349 tong biopori jumbo yang didistribusikan merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kecamatan Kebayoran Lama dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.

Menurutnya, keberadaan sarana tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memilah sampah secara mandiri dari rumah tangga, sehingga volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir dapat terus berkurang.

"Imbauan kepada warga tentu selalu kami sampaikan dalam setiap pertemuan agar masing-masing kepala rumah tangga bersedia melaksanakan penanaman biopori secara mandiri," katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kebayoran Lama Ian Septyana memaparkan berdasarkan hasil pendataan, saat ini telah tersedia 669 sarana pengelolaan sampah organik yang terdiri atas teba modern, biopori jumbo, dan komposter di wilayah Kecamatan Kebayoran Lama.

"Hari ini kami juga membagikan 70 tong biopori jumbo yang telah didistribusikan oleh Bapak Camat kepada kelurahan-kelurahan di wilayahnya," ucapnya.

Ian menambahkan selain penyediaan sarana pengelolaan sampah, pihaknya bersama berbagai unsur terus mengintensifkan sosialisasi mengenai pemilahan sampah dari rumah tangga.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

"Mudah-mudahan upaya kami terus memberikan dampak positif bagi lingkungan. Warga pun semakin sadar bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani sejak dari sumbernya," katanya.

Baca juga: Kelurahan Susukan Jaktim bagikan 63 tong sampah pilah untuk biopori

Baca juga: Hutan Kota Srengseng Jakbar disasar jadi percontohan pilah sampah

Baca juga: Pemkot Jaksel gerakkan kader Dasawisma untuk pilah sampah rumah tangga

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.