Kelola Kekayaan, Nasabah Perlu Sesuaikan Aset dengan Tujuan Finansial |Republika Online
Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja (dua kiri) bersama jajaran direksi memberikan keterangan saat paparan publik tahunan PT Bank OCBC NISP Tbk di Jakarta, Kamis (8/5/2026). PT Bank OCBC NISP Tbk memutuskan pembagian dividen tunai dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Dalam rapat tersebut menyepakati pembagian dividen sebesar Rp 45 per saham dengan total nilai dividen yang digelontorkan mencapai Rp 1,03 triliun.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengelolaan kekayaan tidak cukup hanya dengan memiliki beragam produk investasi. Nasabah perlu memastikan setiap aset yang dimiliki sesuai dengan tujuan keuangan, profil risiko, serta kebutuhan likuiditas.
Premier Banking Segment Head OCBC Stephanie Kristanto mengatakan perencanaan kekayaan perlu dimulai dari tujuan finansial nasabah. Strategi untuk dana kebutuhan jangka pendek, misalnya, berbeda dengan dana yang disiapkan untuk pendidikan anak atau pensiun.
“Dalam mengelola kekayaan, fokusnya bukan hanya pada produk apa yang dimiliki, tetapi bagaimana setiap aset dapat memainkan perannya dalam mencapai tujuan finansial nasabah,” ujar Stephanie dikutip, Sabtu (5/9/2026).
Menurut dia, nasabah juga perlu melihat seluruh portofolio sebagai satu kesatuan. Memiliki deposito, obligasi, reksa dana, emas, maupun produk investasi lainnya belum otomatis membuat portofolio terdiversifikasi.
Karakteristik dan risiko setiap aset perlu diperhatikan, termasuk tingkat likuiditas dan fungsi masing-masing dalam portofolio. Dengan begitu, aset yang dimiliki dapat saling melengkapi dan tidak sekadar menambah jumlah produk investasi.
Selain itu, portofolio perlu ditinjau secara berkala. Perubahan kondisi pasar, kebutuhan finansial, maupun tahap kehidupan dapat membuat strategi investasi yang sebelumnya sesuai menjadi perlu disesuaikan.
Untuk membantu proses tersebut, OCBC menyediakan Wealth Report yang dapat digunakan nasabah bersama relationship manager (RM) dalam melakukan investment review. Laporan ini membantu nasabah melihat kondisi portofolio dan mengidentifikasi celah yang masih dapat dioptimalkan.
Melalui evaluasi tersebut, nasabah dapat menentukan apakah komposisi aset yang dimiliki masih sesuai dengan tujuan finansial. Strategi investasi pun dapat disesuaikan ketika kebutuhan atau kondisi pasar berubah.
Stephanie menilai pendekatan tersebut membuat pengelolaan kekayaan tidak berhenti pada pemilihan produk investasi. Nasabah juga perlu memastikan seluruh aset yang dimiliki memiliki fungsi yang jelas dalam mencapai rencana keuangan jangka panjang.