kingsheadwye.com

Keluarkan Ribuan Sekolah, BGN Perluas MBG ke Wilayah 3T dan Daerah dengan Stunting Tinggi

Ayu Rachmaningtyas

| 11 September 2026, 22:30 WIB

Keluarkan Ribuan Sekolah, BGN Perluas MBG ke Wilayah 3T dan Daerah dengan Stunting Tinggi

Kepala BGN, Sudaryono, menyebut perluasan layanan dilakukan secara bertahap berdasarkan prioritas wilayah. - Foto: Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diprioritaskan bagi satuan pendidikan di wilayah yang memiliki tingkat kebutuhan lebih tinggi. Khususnya daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta wilayah dengan angka stunting yang tinggi.

Sebelumnya, BGN mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia. Yang merupakan sekolah-sekolah bertaraf internasional dan telah mandiri secara finansial, tanpa bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan, perluasan layanan dilakukan secara bertahap berdasarkan prioritas wilayah dan hasil pemetaan satuan pendidikan yang belum mendapatkan layanan MBG.

"Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal. Serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali," ujarnya, melalui siaran resmi Bakom RI, Jumat (11/9/2026).

Sudaryono mencontohkan Maluku dan Papua sebagai salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam perluasan layanan MBG.

Baca Juga: Cegah Keracunan Makanan, BGN Kembali Tutup Ribuan Dapur MBG

Berdasarkan pendataan BGN, masih terdapat sekitar 15.000 satuan pendidikan di kedua daerah tersebut yang belum terlayani program MBG.

"Contoh saja misalnya di Maluku dan di Papua, ada sekitar 15 ribu satuan pendidikan yang belum terlayani. Tentu saja wilayah-wilayah seperti di Maluku dan Papua ini menjadi prioritas. Ditambah dengan wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan wilayah-wilayah 3T lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia," jelasnya.

Untuk mendukung perluasan tersebut, BGN akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah-wilayah yang telah ditetapkan sebagai prioritas.

Pembukaan SPPG tidak dilakukan secara serentak, melainkan melalui tahapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing wilayah.

"Kami akan segera membuka SPPG di tempat-tempat prioritas tadi secara bertahap dan terukur," kata Sudaryono.