Kemendag mendukung lulusan metrologi kembangkan alat ukur dalam negeri - ANTARA News Jawa Barat
Sumedang (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendukung lulusan bidang metrologi dan instrumentasi untuk mengembangkan alat ukur dalam negeri guna memenuhi kebutuhan pengukuran yang akurat dalam aktivitas perdagangan.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri di Sumedang, Jawa Barat, Kamis, mengatakan kemampuan membuat alat ukur menjadi salah satu bentuk inovasi yang perlu dikembangkan oleh sumber daya manusia (SDM) metrologi dan instrumentasi.
"Dan sebagian besar juga bahkan mampu membuat alat ukur yang tentu akan terus kita dukung," katanya.
Menurut dia, kemampuan tersebut menunjukkan bahwa lulusan tidak hanya memiliki kompetensi dalam bidang metrologi, tetapi juga dapat menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia perdagangan.
"Inovasi-inovasi dalam negeri itu sangat-sangat kita dukung dan kita dorong," ujar dia.
Ia mengatakan pengembangan alat ukur juga perlu dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang menuntut SDM mampu beradaptasi dengan perubahan.
"Bahwa di sini kita juga sangat menyadari bahwa dengan berkembang pesatnya dunia digital dan juga AI, pada prinsipnya kita harus beradaptasi," katanya.
Menurut dia, kemampuan beradaptasi tersebut perlu dibarengi dengan pengembangan kompetensi agar SDM mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan di bidang metrologi dan instrumentasi.
Kemendag terus mempersiapkan SDM bidang metrologi dan instrumentasi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menghasilkan inovasi alat ukur yang mendukung kebutuhan perdagangan.
Ia berharap para lulusan dapat menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan untuk mengembangkan inovasi dan memperkuat kemampuan teknologi pengukuran dalam negeri.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendag dukung lulusan metrologi kembangkan alat ukur dalam negeri
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.