kingsheadwye.com

Kemendiktisaintek dorong perguruan tinggi dan pemda di Sulteng bersinergi atasi TB

Kemendiktisaintek dorong perguruan tinggi dan pemda di Sulteng bersinergi atasi TB

Sabtu, 22 Agustus 2026 15:25 WIB

Image Print

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Tadulako Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (22/8/2026). ANTARA/Moh Salam

Kota Palu (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong seluruh perguruan tinggi (PT) di Sulawesi Tengah untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan kesehatan dan sosial, khususnya penanganan tuberkulosis (TB).

"Jadi Sulawesi Tengah saat ini menghadapi tantangan seperti gejala tuberkulosis yang dinilai masif, sehingga ini perlu menjadi prioritas termasuk penanganan stunting, kemiskinan, hingga pengangguran yang membutuhkan intervensi bersama," kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan di Kota Palu, Sabtu.

Ia mengemukakan bahwa kompleksitas masalah di daerah memerlukan akselerasi gabungan antara kebijakan pemerintah daerah, kekuatan masyarakat, dan kapasitas akademis dari perguruan tinggi.

"Saya kira kita semuanya siap untuk bergandengan tangan menyelesaikan problem-problem yang ada di wilayah Sulawesi Tengah ini," ucapnya.

Ia menuturkan PT atau kampus harus mampu menjadi bagian dari entitas sosial di tengah masyarakat.

"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial bukan hanya sekadar tanggung jawab akademis," sebutnya.

Menurut dia, PT siap bergandengan tangan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam merumuskan solusi berbasis riset dan pengabdian masyarakat.

"Kampus adalah tempat manusia-manusia unggul. Kampus merupakan satu ekosistem yang dihuni oleh masyarakat akademis, masyarakat pintar dan masyarakat cendekia," kata dia.

Fauzan menyebutkan kehebatan kampus harus ditunjukkan melalui seberapa besar manfaat kampus terhadap kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Diketahui sebanyak tujuh PT negeri dan swasta yang bekerja sama dalam penanganan tuberkulosis seperti Universitas Tadulako, Universitas Alkhairat, Universitas Tompotika Luwuk, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Widya Nusantara, Poltekkes, dan STIK Indonesia Jaya, termasuk kolaborasi dengan unit layanan kesehatan seperti RS Untad, Lab Kesda Sulteng, puskesmas dan pemerintah daerah lainnya.

Berdasarkan data pemerintah pusat, penemuan kasus tuberkulosis di Provinsi Sulawesi Tengah ini menunjukkan masih terdapat kesenjangan yang cukup besar dalam menemukan kasus tuberkulosis di masyarakat.

Untuk capaian tertinggi pada data tersebut ada di Kota Palu, yaitu sebesar 1.075 kasus. Kemudian disusul Kabupaten Parigi Moutong sebesar 546 kasus, dan Kabupaten Banggai sebesar 510 kasus. Sementara 10 daerah lainnya itu di bawah 500 kasus.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendiktisaintek dorong PT dan pemda di Sulteng bersinergi atasi TB

Pewarta : Moh Salam
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026