Kemensos: Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun siap beroperasi - ANTARA News Jawa Timur
Madiun (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyebutkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun, Jawa Timur siap beroperasi untuk kegiatan belajar mengajar para calon siswa yang telah terdata dengan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada akhir Juli 2026.
Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos RI Rachmat Koesnadi di Madiun, Senin, mengatakan selain gedung sekolah yang sebagian besar telah rampung, kesiapan tersebut juga diwujudkan dengan kegiatan Cek Kesehatan Gratis bagi para calon siswa sebagai syarat persiapan kegiatan belajar.
"Kita perlu tahu kondisi kesehatan calon siswa sejak awal. Jika dalam pemeriksaan ditemukan anak yang membutuhkan perawatan intensif, mereka akan dirujuk ke rumah sakit terlebih dahulu agar saat MPLS dan pendidikan reguler dimulai, fisik mereka sudah benar-benar siap," ujar Rachmat saat meninjau kegiatan CKG di Gedung Serbaguna Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun.
Untuk memastikan kesiapan fisik anak-anak didik, dalam kegiatan tersebut sebanyak 200 calon siswa dari tingkat SD-SMA mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi skrining kesehatan umum, pemeriksaan mata, pemeriksaan gigi dan mulut, hingga pengukuran tinggi serta berat badan.
Rachmat Koesnadi menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan itu sangat krusial. Hal itu mengingat para siswa nantinya menjalani banyak aktivitas pendidikan reguler yang cukup padat.
Kemensos juga menyiapkan masa pemulihan pada periode 14–31 Juli 2026 bagi calon siswa yang ditemukan memiliki gangguan kesehatan dalam kegiatan cek tersebut. Selama periode tersebut, mereka akan mendapatkan penanganan di puskesmas maupun RSUD Kabupaten Madiun.
Pada tahap awal operasional, layanan kesehatan akan didukung tenaga medis dari puskesmas terdekat. Namun, ke depan Sekolah Rakyat tersebut akan dilengkapi dengan dokter dan perawat yang bertugas secara tetap.
Selain guru, para siswa nantinya juga mendapat pendampingan dari wali asuh dan wali asrama untuk memastikan kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari mereka selama tinggal di lingkungan sekolah.
Seperti diketahui, Sekolah Rakyat merupakan komitmen pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan dengan memperluas akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, adil, dan berpihak pada masyarakat yang rentan serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing di seluruh Indonesia.
Setiap Sekolah Rakyat dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disediakan oleh pemerintah daerah.
Di Kabupaten Madiun, Sekolah Rakyat dibangun di lahan eks bengkok di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun dengan luas mencapai 5,8 hektare.
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.