Kemlu Ungkap 2 WNI Korban Serangan Bandara Riyadh, Bukan Jemaah Umrah
Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:48 WIB
Jakarta, VIVA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) buka sauara terkait dua warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan Bandara Internasional King Khalid, Riyadh Minggu (11/10) lalu. Diungkap Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, kedua korban tersebut teridentifikasi sebagai RM berusia 45 tahun dan ET berusia 32 tahun.
Baca Juga
Keduanya kata Heni, merupakan WNI dengan izin tinggal tetap di Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Mereka bukan jamaah umrah," kata Heni dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Rabu (14/10).
Baca Juga
Sementara itu terkait dengan kondisi keduanya, Heni mengungkap keduanya mengalami luka ringan akibat serangan tersebut. Meski tidak merinci luka ringan seperti apa yang dialami korban, kedua WNI tersebut telah meninggalkan rumah sakit di hari yang sama setelah mendapat penanganan di RS Sulaiman Habib di Riyadh.
"Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama, 11 Oktober 2026," kata Heni.
Baca Juga
Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi, menyampaikan telah berkoordinasi langsung dengan otoritas setempat maupun korps diplomatik di Riyadh untuk memastikan kondisi keamanan setempat dan keselamatan WNI setelah serangan tersebut.
Dalam pernyataan tertulisnya pada Selasa (12/10), KBRI Riyadh berkoordinasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang anggotanya bekerja di berbagai rumah sakit di Riyadh serta komunitas WNI yang bekerja di Bandara Internasional Raja Khalid.
KBRI Riyadh juga telah memberikan bantuan kepada tiga pekerja migran Indonesia yang terdampak gangguan penerbangan di bandara Riyadh pada 11 Oktober.
Dalam beberapa hari terakhir, Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, Arab Saudi, berulang kali menjadi sasaran serangan kelompok Ansar Allah atau Houthi dari Yaman.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagaimana diberikatan sebelumnya, serangan di bandara King Khalid menyebabkan 13 orang tewas dan melukai lebih dari 300an orang. Serangan yang terjadi selama Sabtu dan Minggu itu juga menyebabkan bandara di Riyadh tersebut ditutup hingga Sabtu (17/10).
Penutupan bandara ini juga berdampak pada pembatalan penerbangan dari dan ke bandara tersebut. (ANT)
Serangan Houthi Picu Kebakaran di Fasilitas Aramco, 4 Orang Terluka di Riyadh
Arab Saudi kembali diserang pada Selasa malam waktu setempat (13/10). Serangan itu menyasar gedung administrasi milik perusahaan minyak raksasa Aramco di Dahran.
VIVA.co.id
14 Oktober 2026