kingsheadwye.com

Kena Blokade AS, Iran Sudah Bersiap Hemat BBM

Kamis, 03 September 2026, 21:30 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak di tengah krisis impor bensin yang dialami Teheran akibat blokade angkatan laut Amerika Serikat.

Imbauan tersebut disampaikan Ghalibaf pada Selasa (1/9/2026) waktu setempat. Krisis pasokan bensin dilaporkan memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di ibu kota Teheran dalam beberapa hari terakhir.

Blokade pelabuhan oleh militer Amerika Serikat dilakukan sebagai balasan atas tindakan Teheran yang menutup jalur perdagangan Selat Hormuz.

Ghalibaf mengatakan tingginya konsumsi bensin di dalam negeri tidak sepenuhnya disebabkan oleh penggunaan masyarakat. Menurut dia, industri juga turut berkontribusi terhadap tingginya konsumsi bahan bakar.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya penghematan bensin secara nasional agar pasokan dalam negeri tetap mencukupi. Ghalibaf meyakini kebutuhan bahan bakar dapat dikelola apabila penggunaannya diatur dengan tepat sesuai kemampuan produksi dalam negeri.

Wakil Presiden Iran Mohammad Jafar Ghaempanah sebelumnya mengakui bahwa produksi bensin domestik belum mampu memenuhi kebutuhan nasional tanpa impor.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 28 Agustus mengungkapkan volume perdagangan ekspor dan impor negaranya merosot 25 sampai 35 persen akibat blokade AS. Kondisi tersebut turut mendorong munculnya wacana kenaikan harga bensin.

Baca Juga: Bukan Luluh, Iran Justru Pasang Ranjau Baru di Selat Hormuz Sebabkan 400 Kapal Tak Bisa Keluar

Pemerintah dan parlemen Iran juga menyiapkan skema perluasan subsidi pangan elektronik untuk mengurangi dampak tekanan ekonomi terhadap masyarakat berpendapatan rendah. Ia menegaskan pemerintah berupaya menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat