Kenapa Bayi Sering Terbangun di Malam Hari? Ini Penyebabnya
Baca Juga: Bukan Hanya Telur Mentah, Ini Makanan yang Tidak Boleh Diberikan kepada Bayi
1. Bayi Merasa Lapar
Salah satu penyebab bayi sering terbangun di malam hari adalah rasa lapar. Bayi yang baru lahir memiliki lambung berukuran kecil sehingga membutuhkan ASI atau susu formula secara berkala, termasuk saat malam hari.
Seiring bertambahnya usia, sebagian bayi mulai bisa tidur lebih lama. Namun, kebutuhan menyusu setiap bayi berbeda, sehingga orang tua perlu menyesuaikannya dengan usia dan kebutuhan Si Kecil.
2. Pola Tidur Bayi Belum Teratur
Bayi belum memiliki pola tidur yang sama seperti orang dewasa. Mereka cenderung tidur dalam waktu singkat dan beberapa kali terbangun di antara siklus tidurnya.
Kondisi ini membuat bayi bisa terjaga pada malam hari dan tidur kembali pada waktu yang berbeda-beda. Seiring pertumbuhan dan perkembangannya, pola tidur bayi biasanya akan semakin teratur.
3. Popok Basah atau Merasa Tidak Nyaman
Popok yang basah, pakaian yang terlalu tebal, atau suhu kamar yang kurang nyaman juga bisa membuat bayi terbangun. Bayi belum bisa menyampaikan apa yang dirasakannya, sehingga tangisan menjadi salah satu cara untuk menunjukkan ketidaknyamanan.
Karena itu, orang tua bisa memeriksa popok, pakaian, serta suhu ruangan ketika Si Kecil terbangun. Pastikan kamar tidak terlalu panas atau dingin dan bayi tetap menggunakan pakaian tidur yang aman.
4. Mengalami Perubahan Perkembangan
Ketika bertambah usia, bayi mengalami berbagai perkembangan, mulai dari belajar berguling hingga merangkak. Perubahan ini terkadang diikuti dengan pola tidur yang berubah untuk sementara waktu.
Selain itu, bayi juga mulai lebih menyadari keberadaan orang-orang di sekitarnya. Mereka mungkin terbangun dan membutuhkan bantuan orang tua untuk merasa tenang sebelum kembali tidur.
Baca Juga: Kapal Migran dari Gambia Terombang-ambing 26 Hari di Atlantik, 80 Orang Tewas, Termasuk Bayi
5. Sedang Sakit atau Merasa Tidak Enak Badan
Bayi yang biasanya tidur nyenyak tetapi tiba-tiba sering terbangun juga mungkin sedang mengalami gangguan kesehatan. Hidung tersumbat, demam, atau rasa tidak nyaman pada tubuh bisa membuat tidurnya terganggu.
Orang tua perlu memperhatikan gejala lain yang menyertai, seperti perubahan pola menyusu, tangisan yang tidak biasa, atau bayi tampak lebih lemas. Jika kondisi tersebut muncul, sebaiknya konsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Bagaimana Cara Membantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak?
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu membentuk kebiasaan tidur bayi. Salah satunya adalah membangun rutinitas sebelum tidur, seperti mengganti popok, menyusui sesuai kebutuhan, dan menenangkan bayi dengan suasana yang nyaman.
Orang tua juga bisa mulai mengenalkan perbedaan siang dan malam dengan membiarkan ruangan lebih terang pada siang hari dan menjaga suasana tetap tenang pada malam hari.
Selain itu, selalu terapkan tidur yang aman dengan membaringkan bayi telentang di permukaan yang rata dan kokoh. Hindari bantal, selimut longgar, serta benda lain di area tidur bayi.
Bayi yang sering terbangun di malam hari tidak selalu menandakan adanya masalah. Rasa lapar, pola tidur yang belum teratur, ketidaknyamanan, dan perubahan perkembangan bisa menjadi penyebabnya.
Meski begitu, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi Si Kecil. Jika bayi mengalami demam, kesulitan bernapas, sulit dibangunkan, atau menunjukkan tanda sakit lainnya, segera cari pertolongan medis.
Dengan memahami kebutuhan bayi dan membangun rutinitas tidur yang aman, orang tua dapat membantu si kecil beristirahat lebih nyaman.
Primandha Rachma Auzia (Magang)