kingsheadwye.com

Kenapa Mie Instan Tetap Laris Meski Sering Disebut Tak Sehat?

Jakarta -

Mie instan sering dapat reputasi buruk karena kurang bernutrisi dan memicu risiko kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak. Namun, kenapa masih banyak orang menikmatinya?

Mie instan tergolong makanan populer di dunia. Banyak yang suka karena rasa, harga terjangkau, dan praktis. Mie hanya perlu direbus menggunakan air panas, diberi bumbu instan, lalu bisa langsung dinikmati.

Namun, hanya sedikit makanan yang menempati posisi seunik mie instan di mana makanan ini dipuji karena kenikmatannya tetapi juga konsumsinya sering dilarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mie instan dulunya menjadi solusi untuk mengatasi kelaparan pasca perang di Jepang. Kemudian, hidangan ini berkembang menjadi fenomena global, menjadi pilihan yang cepat dan terjangkau, serta bisa mengenyangkan perut kapan pun.

Di sisi lain, bukan rahasia umum lagi jika mie instan merupakan makanan tidak sehat. Sesekali muncul studi baru yang meneliti hubungan makanan ultra-olahan, seperti mie instan dengan kondisi kesehatan manusia, seperti penyakit demensia hingga jantung.

Mie instanMie instan tergolong makanan ultra proses yang sebenarnya bisa sebabkan risiko kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak. Foto: iStock

Mie instan sering dinilai buruk karena sebagian besar mie instan melalui proses penggorengan saat pembuatan, sehingga menyumbang lemak jenuh yang buruk bagi kesehatan jantung. Selain itu, bumbu mie instan mengandung garam atau natrium dalam jumlah besar yang bisa memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi, terutama jika dikonsumsi terlalu sering.

Belakangan ini kondisi masyarakat dunia memang semakin fokus pada pola makan sehat hingga diet berbasis makanan vegan. Namun menariknya, pasar mie instan dilaporkan tetap terus tumbuh. Lantas, apa alasannya?

Dilansir dari guardian.co (17/9), para ilmuwan memiliki penjelasan sederhana untuk popularitas makanan ini, yaitu kecanduan.

Para peneliti yang disebutkan situs ini mempelajari makanan ultra olahan memang bisa membuat seseorang kecanduan karena kepadatan energi tinggi akibat jumlah kalori di dalamnya, cita rasa yang lezat, serta kombinasi garam, gula, lemak, dan karbohidrat di dalamnya. Hal inilah yang membuat banyak orang sulit menolak mie instan.

Namun, para produsen memberikan penjelasan lain. Perwakilan Nissin Foods Group mengungkap alasan mie instan bisa diterima luas di seluruh dunia karena mie ini dianggap sebagai 'makanan penghibur'. Pasalnya, mie ini menawarkan nilai-nilai universal yang dicari orang dalam makanan, seperti rasa lezat, mudah dibuat dan ditemukan, daya tahan penyimpanan yang lama, serta harga terjangkau.

Nilai-nilai tersebut yang akhirnya membuat mie instan tetap menjadi pilihan banyak orang terlepas dari efek buruknya. Hal tersebut juga yang membuat seseorang sering mengalami 'guilty pleasure' usai mengonsumsi mie instan. Artinya mereka sangat menikmati makanan tersebut tetapi menimbulkan rasa bersalah atau penyesalan setelahnya.

mie instanNamun, harga murah, praktis, dan rasanya yang enak membuat mie ini tetap laris. Foto: Getty Images/iStockphoto/whitewish

Saat ini permintaan global untuk mie instan juga telah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, yaitu 123 miliar porsi per tahun. Menurut data terbaru yang disebutkan situs Guardian, China merupakan negara yang paling banyak mengonsumsi mie instan secara keseluruhan.

Kurang lebih masyarakat negara tersebut mengonsumsi sekitar 43.802 juta bungkus per tahun. Ada juga Indonesia yang mengonsumsi 14.680 juta porsi per tahun, dan India, dengan jumlah konsumsi 8.320 juta porsi per tahun.

Namun, jika dilihat dari jumlah konsumsi per kapita, masyarakat Vietnam tidak tertandingi. Setiap warganya dilaporkan mengonsumsi rata-rata 81 porsi per tahun. Warga Korea Selatan juga berada di urutan kedua dengan total 79 porsi per orang per tahun, dan Thailand dengan 58 porsi per orang setiap tahunnya.

Data terkait konsumsi mie instan yang tinggi juga membuktikan bahwa makanan ini tidak hanya dinikmati dalam satu waktu, melainkan juga bisa makanan yang dimakan saat sarapan, makan siang, camilan larut malam, atau pilihan terbaik ketika akhir bulan.

Makanan ini juga sering dipilih karena mudah dikreasikan menjadi hidangan lebih menarik. Mie instan bisa dinikmati dengan tambahan telur, sisa ayam, keju, sayuran, atau apa pun yang ada di dalam dapur.

Mungkin mie instan memang bukan menjadi makanan paling sehat di lemari dapur, tetapi masih menjadi pilihan banyak orang karena kemudahan, harga terjangkau, dan sifatnya yang serba guna.

(aqr/adr)