Kiat hidup sehat untuk cegah efek paparan asap karhutla pada kesehatan
Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof. Tjandra Yoga Aditama menyarankan warga di daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah dampak paparan asap karhutla terhadap kesehatan.
"Perlu selalu menjaga dan memelihara kesehatannya. Perilaku hidup bersih dan sehat harus terus diterapkan agar daya tahan tubuh terjaga baik, sehingga dampak asap kebakaran hutan akan dapat dikendalikan dengan baik," katanya kepada ANTARA di Jakarta, pada Senin.
"Hindari perjalanan yang tidak terlalu perlu dan gunakanlah masker yang baik, bahkan bila perlu dalam bentuk respirator, kalau harus ke daerah dekat kebakaran hutan," katanya.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menyampaikan bahwa partikel kecil yang disebut PM2.5 dalam asap karhutla bisa memicu masalah kesehatan kalau sampai terhirup.
"Karena kecilnya partikel ini maka dapat masuk jauh ke dalam paru ke bagian yang disebut alveol paru, dan dampaknya dapat menyebar melalui peredaran darah dan mencetuskan terjadinya inflamasi atau peradangan," ia menjelaskan.
Asap kebakaran hutan dan lahan juga bisa mengandung senyawa seperti nitrogen dioksida, ozon, hidrokarbon aromatik, serta bahan organik hasil pembakaran yang jika terhirup dapat memicu masalah kesehatan.
Zat-zat kimia yang terkandung dalam asap kebakaran hutan dan lahan, menurut Prof. Tjandra dapat membentuk campuran toksik yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
Oleh karena itu, dia menyarankan orang yang merasakan gangguan pernapasan atau nyeri dada setelah terpapar kabut asap karhutla segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar bisa mendapatkan penanganan medis yang mungkin diperlukan.
Baca juga: Kiat jaga daya tahan tubuh untuk cegah ISPA pada musim kemarau
Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa hingga Jumat (21/8) kebakaran hutan dan lahan telah berdampak ke 87 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Akibatnya, sekitar tiga juta warga di 37 kabupaten/kota terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Paparan asap bisa meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut, terutama pada individu dalam kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, orang lanjut usia, serta orang dengan riwayat asma dan penyakit paru-paru.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau warga di daerah terdampak karhutla memakai masker serta mengecek kualitas udara sebelum melakukan kegiatan di luar ruangan guna meminimalkan dampak paparan asap terhadap kesehatan.
Baca juga: Ahli kesehatan sebut 60 persen penyakit berkaitan dengan polusi udara
Baca juga: Tiga juta orang terpapar asap karhutla, pemerintah imbau warga pakai masker
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.