kingsheadwye.com

Kinerja Disorot, Transformasi Anak Usaha Harus Beri Nilai Tambah Bagi Perusahaan BUMN

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Jakarta, VIVA – Perusahaan-perusahaan pelat merah alias BUMN didorong untuk terus mengoptimalisasi kinerja anak usahanya, melalui sejumlah upaya perbaikan fundamental bisnis, efisiensi operasional, dan perluasan pasar.

Baca Juga

Hal itu sebagaimana yang dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), yang terus memperkuat pengawalan terhadap kinerja anak perusahaan yakni PT Dasaplast Nusantara di Jepara, Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dasaplast diketahui bergerak di bidang produksi woven bag, inner, waring, dan flexible packaging, dengan pelanggan dari lingkungan PTPN Group, BUMN, serta sektor swasta.

Baca Juga

"Langkah pengawalan ini dilakukan untuk memastikan agar setiap entitas dalam grup mampu tumbuh lebih sehat, kompetitif, dan memberikan nilai tambah bagi korporasi," kata Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).

Upaya itu pun diakui Rivai telah membuahkan hasil. Hingga September 2026, Dasaplast Nusantara membukukan pendapatan Rp 122,8 miliar dan laba bersih Rp 7,1 miliar. Capaian tersebut menjadi modal untuk memperkuat pertumbuhan, sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis. 

Baca Juga

Rivai menegaskan, optimalisasi anak perusahaan harus dilakukan secara menyeluruh, dengan menyeimbangkan peningkatan pendapatan dan pembenahan fundamental usaha.

“Anak perusahaan harus mampu tumbuh dengan fundamental yang semakin sehat. Optimalisasi tidak hanya berbicara mengenai peningkatan pendapatan, tapi juga efisiensi, penguatan pasar, pengelolaan keuangan, tata kelola, dan kemampuan menciptakan nilai tambah,” ujarnya.

Guna terus menggenjot kinerja anak usahanya tersebut, Rivai pun melakukan kunjungan kerja ke PT Dasaplast Nusantara, bersama Utusan Khusus Presiden, Glenny Kairupan. Tujuannya untuk meninjau langsung aktivitas operasional, sekaligus berdialog dengan jajaran manajemen mengenai kondisi bisnis, tantangan yang dihadapi, dan peluang pengembangan perusahaan.

Rivai menegaskan, bagi PTPN I, pengawalan langsung di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan strategi transformasi berjalan nyata, dan bukan sekadar berhenti pada perencanaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Fokusnya mencakup penguatan pasar, efisiensi biaya, perbaikan keuangan, peningkatan produktivitas, hingga pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar," kata Rivai.

Dia meyakini, peluang pengembangan Dasaplast masih terbuka melalui perluasan pasar, pengaktifan kembali pelanggan lama, peningkatan keunggulan operasional (operational excellence), pengendalian limbah produksi (waste), digitalisasi, serta riset dan pengembangan bahan baku maupun produk.

Halaman Selanjutnya

Sejalan dengan arah tersebut, lanjut Rivai, Dasaplast juga menjalankan sejumlah agenda strategis meliputi peningkatan pendapatan (revenue enhancement), restrukturisasi utang, perbaikan likuiditas, penataan sumber daya manusia, efisiensi operasional, digitalisasi, riset dan pengembangan, serta penguatan program bina lingkungan.