kingsheadwye.com

Klaim Asuransi Asei Tembus Rp 522 Miliar, Ini Dampaknya ke Laba Perusahaan

ILUSTRASI. Achmad Sudiyar Dalimunthe (KONTAN/Arif Ferdianto)

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia menilai tingkat rasio klaim dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan laba. Sebab, rasio klaim merupakan salah satu komponen utama yang menentukan profitabilitas bisnis asuransi.

Secara sederhana, Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan makin tinggi klaim yang harus dibayarkan dibandingkan premi yang diperoleh, makin besar tekanan terhadap underwriting result. 

"Apabila kenaikan klaim tidak diimbangi dengan pertumbuhan premi yang memadai, penyesuaian tarif, efisiensi biaya, maupun hasil investasi, tentu margin dan laba perusahaan asuransi akan tertekan," katanya kepada Kontan, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: Asuransi Asei Perketat Underwriting untuk Jaga Kinerja Bisnis Rangka Kapal

Namun, Dody menerangkan pertumbuhan laba perusahaan asuransi tidak hanya ditentukan oleh rasio klaim. Dia bilang kinerja laba juga dipengaruhi pertumbuhan premi, kualitas portofolio, acquisition cost, operating expenses, hasil investasi, biaya reasuransi, perubahan cadangan, serta perkembangan bisnis pada masing-masing lini.

Dody menyebut hal itu juga terlihat pada kondisi industri saat ini. Meski premi asuransi umum dan reasuransi mengalami kontraksi 3,3% Year on Year (YoY) pada Semester I-2026, tetapi kondisi permodalan industri secara agregat masih kuat dengan Risk Based Capital (RBC) asuransi umum dan reasuransi jauh di atas threshold 120% atau angkanya pada Semester I-2026 sebesar 318,52%.

Oleh karena itu, Dody menyampaikan bagi Asei, targetnya tidak hanya sekadar mengejar pertumbuhan premi, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan underwriting yang sehat. Dia menyebut pertumbuhan premi yang tinggi tetapi berasal dari risiko dengan loss ratio yang tidak sehat, justru dapat memberikan tekanan terhadap profitabilitas dan permodalan dalam jangka panjang.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Asei mencatatkan premi bruto sebesar Rp 522,52 miliar per Juli 2026. Adapun klaim bruto mencapai Rp 522,06 miliar per Juli 2026.

Asei berhasil mencetak laba sebesar Rp 5,88 miliar per Juli 2026, sedangkan tingkat Risk Based Capital (RBC) tercatat sebesar 179,08%. 

Baca Juga: Asei Sebut Perlindungan Bencana Perlu Diperluas, Seiring Adanya Risiko Gempa & Iklim

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News