kingsheadwye.com

Klaim Balas Serangan, Houthi Kembali Bombardir Saudi |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Sejumlah kota di Arab Saudi diguncang ledakan pada Selasa malam waktu setempat. Ini setelah kerajaan tersebut melancarkan serangan terhadap fasilitas energi di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai oleh kelompok Houthi. 

Koalisi pimpinan Arab Saudi telah memperingatkan warga untuk mengevakuasi diri dari lokasi tersebut sebelum melancarkan serangan, yang menandai eskalasi nyata dalam konflik yang kian memanas antara Houthi dan Arab Saudi. 

Associated Press melaporkan kesaksian warga mengenai sejumlah ledakan di berbagai penjuru Sanaa setelah fasilitas bahan bakar stasiun pusat al-Sabaha menjadi sasaran serangan.

Ledakan juga dilaporkan terjadi di Riyadh, Dammam, dan Dhahran pada Selasa malam, saat kelompok Houthi tampak menggempur Arab Saudi dengan rudal dan pesawat nirawak (drone). 

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang bertempur di Yaman menyatakan telah mencegat setidaknya tiga rudal dan dua pesawat nirawak di atas Riyadh.

Sejumlah situs berita melaporkan adanya suara ledakan di Dhahran, kota tempat beroperasinya raksasa minyak Arab Saudi, Aramco. Kelompok Houthi memperingatkan seluruh karyawan dan warga sipil di dekat fasilitas serta kantor minyak Aramco untuk mengevakuasi diri pada hari Selasa, setelah sebelumnya menyatakan lokasi-lokasi tersebut sebagai "target yang sah". Mereka juga menyatakan akan menyerang sejumlah lokasi di Riyadh. 

"Setiap serangan terhadap target di ibu kota Sanaa akan dibalas dengan respons keras dan menyakitkan di ibu kota musuh Saudi, Riyadh," ujar juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, pada hari Selasa. Ancaman tersebut muncul setelah juru bicara koalisi pimpinan Saudi yang memerangi Houthi meminta warga sipil untuk mengevakuasi diri dari stasiun pusat al-Sabaha.

Sebuah awan api raksasa akibat serangan yang diduga dilakukan oleh pihak Saudi terekam kamera di Sanaa. 

Serangan ini terjadi menyusul serangan kelompok Houthi terhadap bandara dan fasilitas energi Saudi dalam beberapa hari terakhir. 

Koalisi pimpinan Saudi mengeluarkan perintah evakuasi pertama di ibu kota Yaman sejak konflik kembali memanas pada bulan Juli. Kelompok Houthi juga menyatakan bahwa dua orang tewas dalam serangan terhadap sebuah perusahaan minyak di provinsi Hodeidah, wilayah pesisir Laut Merah. 

Serangkaian serangan bertubi-tubi terhadap infrastruktur energi ini dapat menandai babak baru dalam perang tersebut, sekaligus memicu risiko kenaikan harga energi. 

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengeluhkan upaya Houthi untuk mendongkrak harga minyak. "Saya akan ke sana setelah pemilu, dan saya tidak akan pernah melupakannya!" ujar Trump, seraya menuduh kelompok tersebut berupaya memengaruhi pemilihan umum sela tanggal 3 November. "Perilaku Houthi sangat buruk," tambahnya.