Kodim Penajam salurkan 12 ton air bersih warga terdampak kekeringan - ANTARA News Kalimantan Timur
Penajam Paser Utara (ANTARA) - Komando Distrik Militer (Kodim) 0913/Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) menyalurkan 12 ton air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di wilayah teritorial kabupaten setempat akibat musim kemarau yang masih berlangsung.
"Penyaluran air bersih bentuk kepedulian membantu warga yang kesulitan air bersih selama musim kemarau," ujar Komandan Kodim (Dandim) 0913/Penajam Paser Utara Letnan Kolonel Infantri (Letkol Inf) Fandy Satria Dwi Wahyuono ketika ditanya mengenai kegiatan penyaluran air bersih di Penajam, Selasa.
Kegiatan merupakan kepedulian TNI terhadap kondisi masyarakat sekaligus wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, TNI berupaya hadir untuk membantu kesulitan warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
Kegiatan Bakti Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) penyaluran air bersih yang dilakukan Kodim 0913/Penajam Paser Utara tersebut rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-81 TNI 2026.
Bantuan air bersih itu disalurkan kepada 150 warga di RT 09 dan 350 warga RT 10 di Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam. Dengan air bersih yang didistribusikan sekitar 12 ton.
Pendistribusian air bersih dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari akibat berkurangnya sumber air selama musim kemarau.
Ia mengatakan bantuan air bersih dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti memasak, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya.
Kegiatan tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat kebutuhan saat musim kemarau, sehingga kemanunggalan TNI dengan masyarakat semakin erat dalam menghadapi berbagai kondisi yang ada di wilayah.
Warga di wilayah Pasar Lama RT 09 dan RT 10 Kelurahan Penajam menyambut baik bantuan air bersih yang di berikan Kodim 0913/Penajam Paser Utara itu, sangat membantu masyarakat mengingat sumber air mulai mengalami kekeringan.
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.