Komisi XII setujui anggaran Kementerian ESDM sebesar Rp27,37 triliun
Jakarta (ANTARA) - Komisi XII DPR RI yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) menyetujui usulan anggaran Kementerian ESDM sebesar Rp27,372 triliun untuk tahun anggaran 2027.
“Kami setujui anggaran ESDM Rp27.372.845.631.000,” ujar Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Marcus Mekeng dalam Rapat Kerja dengan Wakil Menteri ESDM Yuliot di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.
Adapun rincian dari anggaran tersebut, yakni Sekretariat Jenderal sebesar Rp537,9 miliar; Inspektorat Jenderal sebesar Rp122,46 miliar; Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi sebesar Rp11,34 triliun; Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan sebesar Rp10,4 triliun.
Lebih lanjut, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) senilai Rp702,53 miliar; Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional sebesar Rp81,47 miliar; Ditjen Penegakan Hukum ESDM senilai Rp89,38 miliar; BPSDM ESDM sebesar Rp874,90 miliar.
Kemudian, terdapat besaran anggaran untuk Badan Geologi senilai Rp774,8 miliar; BPH Migas sebesar Rp474,4 miliar; Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) sebesar Rp1,815 triliun; dan BPMA sebesar Rp109,34 miliar.
Dengan demikian, tiga unit dengan anggaran terbesar merupakan Ditjen Migas dengan program pembangunan jaringan gas (jargas) dan konverter kit (konkit) petani; kemudian Ditjen Ketenagalistrikan dengan program listrik desa (lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL); serta Ditjen EBTKE dengan program pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), konversi motor listrik, dan konversi kompor listriknya.
Baca juga: Pimpinan MPR minta ESDM perkuat anggaran 2027 di sektor EBT
Baca juga: Pagu indikatif Kementerian ESDM tahun 2027 ditetapkan Rp27,33 triliun
Menanggapi persetujuan Komisi XII ihwal anggaran Kementerian ESDM, Wakil Menteri ESDM Yuliot menyampaikan terima kasihnya dan berkomitmen untuk merealisasikan berbagai target untuk tahun anggaran 2027, termasuk lifting minyak.
Target lifting minyak bumi naik menjadi 612.500 barel per hari pada 2027, dari target 610 ribu barel per hari pada 2026.
Lebih lanjut, Yuliot juga menyatakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan energi, termasuk infrastruktur sistem kelistrikan guna menghadirkan aliran listrik di seluruh pelosok Tanah Air.
“Terima kasih atas persetujuan anggaran untuk Tahun Anggaran 2027. Kami dari Kementerian ESDM berusaha untuk menjaga indikator yang ditetapkan di dalam APBN,” kata Yuliot.
Baca juga: Bahlil usulkan anggaran Rp815 miliar untuk program kompor listrik
Baca juga: ESDM terima anggaran tambahan dari Kemenkeu sebesar Rp14 triliun
Baca juga: ESDM tugaskan PLN serap Rp4,35 triliun percepat realisasi anggaran
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.