kingsheadwye.com

Kopi Kalibaru raih pengakuan mutu dan akses lelang nasional - ANTARA News Jawa Timur

Banyuwangi (ANTARA) - Kopi yang dihasilkan petani Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, meraih sejumlah peringkat dalam Jawara Coffee Competition 2026 sekaligus memperoleh akses lelang sebagai peluang memperluas pasar biji kopi lokal.

"Ini membuktikan bahwa kualitas biji kopi hasil olahan petani lokal dari pegunungan Kalibaru memiliki daya saing yang diperhitungkan di tingkat nasional," kata Ali Mursyid Azisi yang menyabet Juara 3 pada Kategori Robusta JCW 2026 dalam keterangannya diterima di Banyuwangi, Senin.

Tiga perwakilan penggiat dan petani kopi Kalibaru berhasil masuk 10 besar dalam kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian Jogja Coffee Week (JCW) 2026 pada 4-6 September 2026.

Pada kategori robusta, kopi asal kawasan Gunung Kendit, Malangsari, Kalibaru, yang dibawakan Ali Mursyid Azisi menempati peringkat ketiga dengan total skor 252,75 dan nilai cita rasa (cup score) 84,250.

Kopi produksinya diolah menggunakan metode natural klasik dan menjadi salah satu dari lima kopi terbaik pada kategorinya yang memperoleh kesempatan mengikuti sesi lelang dalam rangkaian JCW 2026.

Selain robusta, kopi jenis liberika dari Kalibaru yang dibawakan Muchammad Shodiq menempati peringkat keempat pada kategori liberika dengan total skor 251,50 dan cup score 83,833.

Biji kopi tersebut diproses menggunakan metode natural anaerobik dan menjadi capaian lain bagi komoditas kopi Kalibaru dalam kompetisi tersebut.

Menurut Ali, capaian pada kategori robusta dan liberika menunjukkan keragaman jenis kopi yang dapat dikembangkan dari kawasan pertanian Kalibaru.

Perwakilan Kalibaru lainnya, Ahmad Jaelani, menempati peringkat kesembilan kategori robusta. Kopi yang berasal dari kawasan lereng Gunung Raung tersebut mencatatkan total skor 248,25 dengan cup score 82,750 setelah diolah menggunakan metode natural klasik.

Ali mengatakan penilaian mutu melalui kompetisi tersebut penting bagi petani dan pengolah kopi karena dapat menjadi salah satu referensi untuk memperkenalkan kualitas biji kopi kepada calon pembeli.

Terlebih, peserta yang berhasil menempati lima besar pada kategori robusta, arabika, dan liberika mendapatkan kesempatan mengikutsertakan kopi mereka dalam sesi lelang pada Minggu (6/9).

Kesempatan tersebut membuka akses bagi kopi Kalibaru untuk diperkenalkan kepada pelaku industri yang lebih luas, mulai dari pemroses, penyangrai (roaster), hingga pelaku usaha kedai kopi yang mengikuti rangkaian JCW 2026.

"Dengan adanya pengakuan mutu melalui skor cupping, kami berharap posisi tawar biji kopi dari Kalibaru meningkat dan pada akhirnya dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani," kata Ali.

Jogja Coffee Week 2026 mempertemukan berbagai pelaku industri kopi, mulai dari petani, pemroses, penyangrai, hingga pelaku usaha kedai kopi, serta dihadiri sejumlah pelaku industri kopi dari luar negeri.

Keikutsertaan kopi Kalibaru dalam kompetisi dan lelang tersebut menjadi salah satu kesempatan bagi petani dan pengolah kopi daerah untuk menguji mutu sekaligus memperluas jejaring pasar produk mereka.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.