Kopilot Flydubai Serang Pilot Tujuan Israel Pernah Dilarang Terbang karena Pandangan Ekstremis
Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:00 WIB
UEA, VIVA – Kopilot yang menyerang kapten pesawat Flydubai tujuan Israel menggunakan kapak dan berusaha mengambil alih kendali pesawat diidentifikasi sebagai warga negara Oman. Berdasarkan pejabat Uni Emirat Arab (UEA), ia sebelumnya dilarang menerbangkan pesawat milik maskapai negaranya Oman Air karena adanya kekhawatiran terkait pandangan ekstremis yang dianutnya.
Baca Juga
Kopilot tersebut diidentifikasi sebagai Hamam al-Hammami, menurut tiga orang yang mengetahui situasi tersebut, termasuk seorang diplomat dari negara Teluk dan seorang diplomat Barat, demikian seperti dikutip dari laman AP News, Minggu (4/10/2026).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Uni Emirat Arab (UEA), yang memimpin penyelidikan insiden tersebut, mengatakan kopilot menyerang menggunakan kapak pemecah kaca yang tersedia di kokpit dan berusaha mengambil alih kendali pesawat yang sedang menukik dalam insiden yang disebut sebagai serangan teroris pada Rabu.
Baca Juga
Tindakannya nyaris menyebabkan pesawat yang membawa 182 orang itu jatuh sebelum para penumpang dan orang lain di dalam pesawat bergegas membantu dan berhasil melumpuhkannya.
Munculnya informasi baru tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa ketat FlyDubai melakukan pemeriksaan terhadap calon pegawainya. Selain itu, muncul pula pertanyaan bagaimana kopilot tersebut bisa berada dalam penerbangan yang dipenuhi penumpang asal Israel, padahal Israel menerapkan protokol keamanan yang ketat.
Baca Juga
Israel sebelumnya mengatakan telah memiliki kesepakatan dengan maskapai asing untuk memastikan pilot dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel tidak menerbangkan pesawat ke negaranya.
Israel dan Oman tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Sementara itu, pemerintah UEA selama ini dikenal menerapkan langkah-langkah keamanan yang efektif untuk menangani aktivitas ekstremis. Namun, pemerintah UEA sebelumnya juga keberatan terhadap kritik terkait sejumlah celah dalam sistem keamanannya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Insiden tersebut terjadi pada waktu yang sensitif bagi Israel, yakni sekitar sepekan sebelum peringatan serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, yang kemudian memicu perang di Gaza. Insiden itu juga terjadi beberapa pekan sebelum pemilu yang berlangsung di tengah perdebatan sengit, dengan isu keamanan dan kegagalan sistem keamanan pada 7 Oktober menjadi salah satu persoalan utama.
FlyDubai merekrut kopilot setelah dilarang terbang oleh Oman Air
Halaman Selanjutnya
Secara terpisah, seorang pejabat regional dan seseorang yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kopilot itu sebelumnya dilarang menerbangkan pesawat oleh Oman karena adanya kekhawatiran bahwa ia telah menganut pandangan ekstremis.