Kotim berharap segera dapat pinjaman alat pengukur ISPU
Kotim berharap segera dapat pinjaman alat pengukur ISPU
Kamis, 23 Juli 2026 20:34 WIB
Asap kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Bumi Raya II Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (23/7/2026). ANTARA/HO-BPBD Kotim
Sampit (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, berharap mendapatkan pinjaman alat pengukur Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Air Quality Monitoring System (AQMS) agar bisa mengetahui kualitas udara, seiring munculnya kabut asap akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kami ada penugasan ke Palangka Raya, salah satunya dimanfaatkan upaya untuk mendapatkan pinjaman alat pengukur ISPU portable," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Kamis.
Keberadaan alat pengukur ISPU dinilai sangat penting, terlebih saat marak kebakaran lahan seperti sekarang. Alat tersebut bisa menggambarkan bagaimana kualitas udara di wilayah ini.
Hasil pemantauan kualitas udara tersebut dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam menyikapi perkembangan kondisi di lapangan. Jika hasil pengukuran ISPU menunjukkan penurunan kualitas udara, maka bisa diambil langkah-langkah, seperti memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah agar tidak terhirup asap dan debu kebakaran lahan.
Selama ini Kotawaringin Timur mengandalkan AQMS atau alat pengukur ISPU yang ada di kantor Dinas Lingkungan Hidup di Jalan Jenderal Sudirman. Namun beberapa waktu lalu alat yang penggunaannya di bawah koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup tersebut rusak.
Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur sudah melaporkan kerusakan itu kepada pemerintah pusat. Sayangnya hingga saat ini belum ada tanggapan dan perbaikan dari pemerintah pusat.
"Alatnya rusak kata DLH. Sudah lama tidak berfungsi. Dalam beberapa kali pertemuan, kami komunikasikan terkait ini. Belum ada follow up dari Kementerian Lingkungan Hidup," demikian Multazam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur, Marjuki sebelumnya mengatakan, AQMS atau alat ukur ISPU tersebut sejak Oktober 2025. Pihaknya sudah melaporkan secara resmi kepada Kementerian Lingkungan Hidup menggunakan surat elektronik dan tanda tangan elektronik (TTE).
Menunggu perbaikan, saat ini DLH Kotawaringin Timur menggunakan data kualitas udara milik Kementerian Lingkungan Hidup sebagai acuan sementara dalam memantau kondisi udara.
Namun diakui, data tersebut hanya bersifat referensi dan tidak dapat menggambarkan kondisi udara di Kotawaringin Timur secara spesifik karena berasal dari lokasi pemantauan yang berbeda. Pihaknya berharap perbaikan AQMS yang ada di Kotawaringin Timur bisa segera dilakukan sehingga pemantauan kualitas udara bisa dilakukan secara rutin.
Baca juga: Wabup Kotim ajak masyarakat bersatu wujudkan daerah bebas narkoba
Baca juga: Pemadaman karhutla di Kotim mulai terkendala sulitnya sumber air
Baca juga: Wilmar, BNN dan DPRD Kotim berkolaborasi wujudkan lingkungan perusahaan bersih narkoba
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.