Legenda Bulutangkis berharap Audisi 2026 lahirkan atlet putri berkelas dunia
Legenda Bulutangkis berharap Audisi 2026 lahirkan atlet putri berkelas dunia
Kamis, 10 September 2026 20:22 WIB
Fiendiziya Gwen Fernandes peserta Audisi Umum Bulutangkis 2026 asal Tanjung Pinang Kepulauan Riau, berhasil lolos ke Tahap Turnamen usai memenangkan pertandingan dalam tahap skrining di GOR Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Legenda bulutangkis PB Djarum yang juga menjadi anggota Tim Pencari Bakat Audisi Umum Bulutangkis 2026, Yuni Kartika berharap rangkaian audisi tahun ini mampu melahirkan atlet-atlet putri berkualitas yang kelak mampu berprestasi di tingkat dunia.
"Kami menilai bakat-bakat putri yang muncul dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan," ujarnya di sela-sela memantau atlet putri dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis.
Menurut dia meskipun jumlah peserta putri lebih sedikit dibandingkan peserta putra, kualitas yang ditampilkan tidak kalah. Kondisi tersebut justru membuat Tim Pencari Bakat harus lebih jeli dalam menentukan peserta yang memiliki prospek untuk menjadi atlet binaan PB Djarum.
"Secara jumlah, atlet putri memang lebih sedikit dibandingkan peserta audisi putra. Maka kami benar-benar harus pintar memperhatikan para atlet yang memiliki potensi. Tapi walaupun jumlahnya sedikit, bukan berarti kualitasnya juga tidak baik,” ujarnya.
Ia mengatakan dari pengamatan selama audisi, teknik dasar yang dimiliki para peserta putri rata-rata sudah cukup baik. Selain itu, peserta yang datang juga berasal dari berbagai daerah dengan penyebaran yang relatif merata.
"Kalau melihat potensi, cukup menggembirakan karena untuk usia paling bawahnya itu (U-11), banyak yang menjanjikan. Tapi, selain permainan di atas lapangan, nantinya akan ada faktor-faktor lain yang akan bisa dinilai saat fase karantina seperti fisik maupun mental," ujarnya.
Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 yang digelar di GOR Jati, Kudus, telah memasuki hari kedua pada Kamis (10/9). Sejumlah peserta putri menunjukkan perjuangan dan dedikasi tinggi demi mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari klub bulutangkis PB Djarum.
Salah satunya Fiendiziya Gwen Fernandes, peserta asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Demi mengejar impiannya bergabung dengan PB Djarum, Gwen bahkan rela pindah ke Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menjalani latihan lebih intensif sebagai persiapan menghadapi audisi di Kudus.
Kerja keras tersebut mulai membuahkan hasil. Tampil percaya diri di kategori U-11 putri, Gwen berhasil lolos ke Tahap Turnamen setelah mengalahkan Aishya Azzalea asal Kabupaten Kendal dengan skor 21-8.
"Aku mau ikut PB Djarum karena PB Djarum itu salah satu klub besar yang sering juara di turnamen-turnamen. Terus aku juga mau ikut pertandingan internasional dan berprestasi seperti atlet-atlet PB Djarum," ujarnya.
Untuk turnamen Jumat (11/9), kata dia, dirinya mempersiapkan diri dengan baik dan menyempatkan diri melatih pukulan, speed dan penempatan bola supaya lebih siap.
Rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus selanjutnya memasuki Tahap Turnamen yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (11/9) hingga Minggu (13/9).
Pada hari terakhir turnamen, peserta yang berhak mendapatkan Super Tiket akan diumumkan untuk melanjutkan perjuangan ke tahap karantina.
Super Tiket bukan menjadi akhir dari proses seleksi. Peserta yang lolos akan menjalani tahap karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum.
Selama masa karantina, para peserta akan menjalani kehidupan sehari-hari sebagai atlet PB Djarum. Mereka akan mendapatkan penilaian menyeluruh, mulai dari kedisiplinan, kemampuan teknik, fisik, mental, hingga kualitas dan potensi yang dimiliki.
Hasil penilaian selama karantina tersebut nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan peserta yang akhirnya dinyatakan sebagai atlet binaan PB Djarum.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.