kingsheadwye.com

Legislator minta pemerintah tuntaskan kenaikan tunjangan veteran - ANTARA News Jawa Timur

Masih ada kekurangan kenaikan tunjangan veteran sebesar 25 persen yang saya harapkan bisa segera direalisasikan pemerintah pusat.

Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) meminta pemerintah pusat segera menuntaskan sisa kenaikan tunjangan veteran sebesar 25 persen menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia.

"Masih ada kekurangan kenaikan tunjangan veteran sebesar 25 persen yang saya harapkan bisa segera direalisasikan pemerintah pusat," kata BHS di Surabaya, Kamis.

Ia mengatakan jasa para pahlawan dan veteran harus terus dikenang karena telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 

Menurutnya, penghormatan kepada veteran perlu diwujudkan tidak hanya secara seremonial, tetapi juga melalui peningkatan kesejahteraan dan pelayanan.

BHS juga menilai seluruh elemen masyarakat, termasuk instansi pemerintah dan aparat, perlu memberikan penghormatan yang layak kepada veteran. Ia berharap perhatian terhadap para pejuang bangsa terus ditingkatkan.

Selain tunjangan, BHS mengusulkan berbagai fasilitas bagi veteran, di antaranya layanan listrik gratis, serta perluasan kemudahan transportasi dan fasilitas lainnya. 

Ia juga berharap anak dan cucu veteran memperoleh prioritas untuk mengakses pendidikan yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Surabaya Kolonel (Purn) Gitoyo mengatakan para veteran selalu mengenang perjuangan menjelang Hari Kemerdekaan. 

Menurut dia, veteran memiliki amanah untuk mewariskan jiwa, semangat, dan nilai-nilai 1945 kepada generasi penerus.

Ia menambahkan, Surabaya sebagai Kota Pahlawan diharapkan terus menjadi teladan dalam menjaga semangat kepahlawanan dan menghormati jasa para pejuang bangsa.

Pewarta: Faizal Falakki
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.