kingsheadwye.com

Lifter Eko Yuli nikmati Asian Games terakhir dan membidik Olimpiade

Nagoya, Jepang (ANTARA) - Lifter senior Indonesia Eko Yuli Irawan mengaku ingin menikmati penampilan terakhirnya di Asian Games dan masih membidik Olimpiade Los Angeles 2028.

Ia juga berusaha berlapang dada menerima apa pun hasil yang diraihnya setelah finis di posisi keempat kelas 65kg putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

"Enjoy aja, apa pun hasilnya memang. Hari ini saya ingin seperti yang kemarin bilang sebelum berangkat, ingin menikmati kompetisi, jadi apa pun hasilnya mesti kita terima," kata Eko seusai pertandingan di Nagoya City Trade and Industry Center, Kamis.

Eko menyelesaikan pertandingan dengan total angkatan 302 kg, hasil dari snatch 135 kg dan clean and jerk 167 kg.

Lifter berusia 37 tahun itu mengakui tetap merasa sedih karena gagal naik podium. Namun, ia memilih mengapresiasi perjuangannya hingga bisa kembali tampil di Asian Games setelah melalui proses seleksi nasional.

"Siapa sih yang enggak sedih, enggak dapat podium. Cuma apresiasi diri sendiri saja, saya sudah berusaha sampai sekarang. Melewati seleknas masih bisa nomor empat," ujar Eko.

Eko mengatakan dirinya tidak ingin terlalu larut dengan hasil pertandingan tersebut. Ia memilih melihat perjuangan yang telah dilakukan hingga bisa kembali dipercaya memperkuat tim nasional.

Pada pertandingan tersebut, Eko sempat gagal pada percobaan pertama snatch 135 kg sebelum berhasil pada kesempatan kedua. Ia kemudian gagal mengangkat 138 kg pada percobaan ketiga.

Pada clean and jerk, Eko juga gagal pada percobaan pertama dengan beban 167 kg, tetapi berhasil pada kesempatan kedua. Ia kemudian mencoba 175 kg pada percobaan ketiga namun gagal.

Hasil itu membuat Eko berada di posisi keempat, di bawah Pak Myong Jin dari Korea Utara yang meraih emas dengan total 328 kg, He Yueji dari China yang merebut perak dengan 327 kg, serta Tran Minh Tri dari Vietnam yang mengamankan perunggu dengan 309 kg.

Meski gagal meraih medali, Eko masih memiliki tekad untuk melanjutkan perjuangannya menuju Olimpiade. Ia mengatakan akan kembali mempersiapkan diri pada bulan depan dengan harapan dapat memperbaiki catatan angkatannya.

"Mudah-mudahan. Persiapan bulan depan ini kalau memang bisa memperbaiki angkatan, kemungkinan berangkat ke China," kata Eko ketika ditanya mengenai peluang kembali tampil di Olimpiade.

Baca juga: Presiden Prabowo berpesan kepada lifter Rizki Juniansyah agar bonusnya ditabung

Eko sebelumnya telah tampil dalam lima edisi Olimpiade dan enam Asian Games. Ia meraih empat medali Olimpiade, yakni perunggu pada Beijing 2008 dan London 2012, dan perak pada Rio de Janeiro 2016 dan pada Tokyo 2020.

Sementara itu, Asian Games Aichi-Nagoya menjadi penampilan keenam Eko di pesta olahraga terbesar di Asia. Ia sebelumnya tampil pada Asian Games Doha 2006, Guangzhou 2010, Incheon 2014, Jakarta-Palembang 2018, dan Hangzhou 2022.

Pengalaman panjang tersebut membuat Eko tetap memilih menikmati setiap kesempatan bertanding. Ia juga tidak ingin menjadikan berbagai komentar mengenai usia sebagai alasan untuk berhenti selama masih mendapatkan kepercayaan membela tim nasional.

"Terima kasih doa dan dukungannya, baik yang positif maupun negatif, bisa memberikan saya motivasi untuk bangkit. Mungkin orang bilang tua lah, sudah masanya lah. Ya sudah, yang penting kita berusaha saja," ujar Eko.

Sebelumnya, lifter muda Indonesia Ricko Saputra juga harus puas finis di posisi keempat kelas 60 kg putra setelah membukukan total angkatan 298 kg.

Pewarta : Arindra Meodia
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026