Lihat Pengolahan Jelantah Jadi Bioavtur, Wapres Gibran Minta Diiringi dengan Pemberdayaan Masyarakat
Senin, 26 Oktober 2026 - 23:47 WIB
Jakarta, VIVA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Kilang Cilacap, Senin (26/10/2026).
Baca Juga
Kunjungan ke fasilitas PT Pertamina Patra Niaga tersebut menjadi kesempatan untuk melihat pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan baku energi berkelanjutan bagi industri penerbangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam kesempatan itu, Gibran menekankan pentingnya pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Baca Juga
Pengelolaan minyak jelantah, kata Gibran, perlu melibatkan warga agar limbah yang terkumpul dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri nasional.
"Pengembangan SAF harus berjalan bersama pemberdayaan masyarakat," kata Wapres Gibran.
Baca Juga
"Sehingga minyak jelantah yang dikelola ibu-ibu melalui bank sampah dapat memiliki nilai ekonomi dan terhubung dengan industri nasional," tegasnya.
Sepakat dengan Wapres, Wakil Direktur Utama I Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman mengatakan perusahaan memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan baku produksi SAF melalui Project Pertamina SAF di fasilitas Green Refinery Cilacap.
Proses produksi dilakukan menggunakan unit Thermal Distillate Hydro Treating (TDHT) dengan skema co-processing.
Melalui metode ini, minyak jelantah diolah bersama komponen bahan baku lainnya untuk menghasilkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
"Dalam implementasi produksi SAF di Green Refinery Cilacap, kami sudah pada tahap komersialisasi produksi, dimana pada bulan Oktober ini diproduksi sekitar 11 juta liter co-processed SAF," ucap Taufik.
"Dalam proses tersebut, minyak jelantah digunakan dengan rasio sekitar maksimal 5 persen dari total kapasitas produksi unit TDHT. Capaian ini menjadi bagian dari upaya kami mengoptimalkan infrastruktur kilang yang ada untuk menghasilkan produk energi yang berkelanjutan," lanjutnya.
Selain mengembangkan teknologi pengolahan, Pertamina Patra Niaga membangun sistem pengumpulan minyak jelantah dengan melibatkan masyarakat di sekitar wilayah operasional Kilang Cilacap.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Program tersebut dijalankan melalui Community, Involvement and Development (CID), antara lain dengan memberdayakan bank sampah binaan dan menyediakan fasilitas pengumpulan yang mudah dijangkau warga.
"Kami membangun ekosistem pengumpulan minyak jelantah dengan melibatkan masyarakat melalui tiga bank sampah binaan Kilang Cilacap, yaitu Bank Sampah Beo Asri, Bank Sampah Abhipraya, dan Bank Sampah Cahaya Asri. Kami juga menyediakan Collection Box Jelantah di Pasar Amarta Kutawaru agar masyarakat memiliki alternatif untuk menyalurkan minyak jelantah yang sudah tidak digunakan menjadi bernilai ekonomi," jelas Taufik.
Halaman Selanjutnya
Ketiga bank sampah tersebut mencatatkan volume pengumpulan minyak jelantah yang berbeda sepanjang tahun.