kingsheadwye.com

Lima camilan sehat yang bisa temani menonton final Piala Dunia 2026

Jakarta (ANTARA) - Ahli gizi membagikan cara dan pilihan makanan yang sehat untuk mengatasi rasa lapar yang muncul tengah malam atau ketika seseorang terjaga pada dini hari, misalnya untuk menonton pertandingan sepak bola.

Ahli gizi terdaftar, ahli nutrisi, dan ahli fisiologi olahraga yang berpraktik di New Jersey, Amerika Serikat, dr. Felicia Stoler, DCN, MS, RDN, FACSM, AACLM Diplomate dalam siaran PureWow yang dikutip, Jumat (17/7), menjelaskan makanan yang dikonsumsi tengah malam sebaiknya yang mudah dicerna dan tidak terlalu lama berada di dalam perut agar tidak menimbulkan refluks dari lambung.

Makanan yang dikonsumsi tengah malam, menurut dia, sebaiknya mengandung karbohidrat, protein dan lemak yang tidak terlalu banyak.

Baca juga: Camilan sehat ala Korea yang dapat dicoba saat diet

“Yogurt, susu (tawar atau rasa), keju cottage, dan selai kacang adalah contoh makanan larut malam yang ideal karena mengandung ketiga makronutrien tersebut, mudah dicerna," katanya.

Sebaliknya, hindari makanan yang asam, berbumbu kuat, pedas, tinggi lemak, atau tinggi gula, dan batasi porsinya.

Berikut beberapa jenis menu yang direkomendasikan bisa dikonsumsi secara sehat pada larut malam atau menemani menonton final Piala Dunia FIFA 2026.

1. Keju dan biskuit

Keju adalah pilihan yang sangat baik karena kandungan kalsiumnya yang tinggi, yang telah dikaitkan dengan tidur yang lebih baik. Keju juga kaya akan protein, ditambah beberapa triptofan dan melatonin.

Selain itu, di dalam keju juga terkandung kalsium, protein dan vitamin A. Padukan beberapa potong keju dengan biskuit gandum utuh, roti gandum, atau apel untuk mendapatkan kombinasi protein-karbohidrat terbaik.

2. Keripik sayuran

Ada banyak sekali jenis keripik sayuran kaya vitamin lain yang bisa dikonsumsi, seperti keripik lobak, keripik wortel, dan keripik ubi jalar.

Di dalamnya terkandung banyak serat, vitamin A dan C dan makronutrien lainnya bergantung kepada jenis sayuran yang dijadikan keripik.

Untuk pilihan yang lebih baik, makan keripik sayuran yang dimasak dengan dipanggang atau digoreng dengan air fryer alih-alih minyak.

Baca juga: Salad dapat jadi camilan segar musim panas untuk detoksifikasi

3. Stik ubi goreng

Stik ubi goreng memiliki jumlah lemak yang jauh lebih sedikit dari kentang goreng dan proses pembuatannya tidak terlalu rumit. Makanan itu mengandung vitamin A, serat, ditambah sedikit protein untuk membuat merasa kenyang sebelum tidur.

Namun yang terpenting, buah ini kaya akan potasium, magnesium, dan kalsium yang memiliki efek menenangkan, terutama jika membiarkan kulitnya tetap menempel.

Kandungan karbohidrat dalam ubi akan memudahkan otak menyerap triptofan, yang kemudian akan diubah menjadi niasin penghasil serotonin.

4. Popcorn

Popcorn mengandung vitamin b dan serat. Camilan renyah dan asin ini secara alami ringan untuk dikonsumsi selama tidak dipadukan dengan mentega atau garam.

Camilan tengah malam yang sehat dan terbuat dari biji-bijian utuh akan membuat perut kenyang lebih lama daripada kue atau semangkuk es krim.

5. Kacang-kacangan

Segenggam kecil kacang cocok untuk camilan tanpa perlu dimasak, berkat kandungan protein dan lemak sehatnya yang tinggi. Kacang-kacangan khususnya yang organik adalah sumber nutrisi yang dapat membantu mengatur kadar gula darah, melawan peradangan, mengurangi rasa lapar, membantu penurunan berat badan, dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Beberapa jenis kacang yang bisa dijadikan pilihan seperti kacang almond mentah, pistachio, dan macadamia. Kacang-kacangan ini kaya akan lemak sehat, menekan rasa lapar, mengoptimalkan fungsi otak, dan membantu membakar lemak.

Selain itu, menurut National Sleep Foundation, almond dan kenari secara khusus mengandung hormon melatonin yang mengatur tidur.

Baca juga: Hal yang perlu diperhatikan saat harus bergadang nonton bola

Baca juga: Batasan mengonsumsi kafein saat begadang

Baca juga: Ahli gizi: Keripik panggang belum tentu lebih sehat dari keripik biasa​​​​​​​

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.