Lima komoditas sumbang devisa ekspor Rp33,67 miliar PLBN Jagoi Babang - ANTARA News Kalimantan Barat
Bengkayang (ANTARA) - Lima komoditas pertanian menjadi penyumbang devisa ekspor terbesar melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dengan total nilai mencapai sekitar Rp33,67 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026.
Kepala Bea Cukai Jagoi Babang Arman Tarmidzi mengatakan, lima komoditas tersebut yakni buah naga, lada hitam, langsat atau duku, jeruk, dan semangka.
“Pada periode Januari-Agustus 2026, lima komoditas dengan nilai devisa ekspor terbesar adalah buah naga, lada hitam, langsat atau duku, jeruk dan semangka,” kata Arman, di Bengkayang, Sabtu.
Ia mengatakan total volume ekspor kelima komoditas tersebut mencapai 3.664,66 ton. Buah naga menjadi penyumbang devisa terbesar dengan nilai sekitar Rp8,04 miliar, kemudian lada hitam Rp7,02 miliar dan langsat atau duku Rp6,59 miliar.
Selanjutnya komoditas jeruk menghasilkan devisa sekitar Rp6,47 miliar dan semangka Rp5,55 miliar. Arman mengatakan, pergerakan ekspor tersebut menunjukkan hasil pertanian dari wilayah perbatasan memiliki pasar yang terus berjalan di Malaysia.
Permintaan terhadap sejumlah komoditas pertanian seperti buah naga, langsat, jeruk, petai dan buah-buahan lokal masih stabil dan cenderung meningkat.
Meski demikian, Bea Cukai melihat peluang diversifikasi komoditas ekspor masih cukup besar, karena masih terdapat produk lokal yang potensial namun belum diekspor secara resmi. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari hasil pertanian dan perkebunan, tetapi juga produk olahan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dinilai dapat memberikan nilai tambah lebih tinggi.
Menurut Arman, kendala yang masih dihadapi pelaku usaha antara lain legalitas, pemahaman prosedur ekspor, standar kualitas dan pengemasan, serta kemampuan menjaga kontinuitas pasokan.
Bea Cukai Jagoi Babang akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui sosialisasi prosedur ekspor, pendampingan dokumen dan layanan Klinik Ekspor.
“Kami juga bersinergi dengan Pemkab Bengkayang, dinas terkait dan instansi lainnya untuk mencetak komoditas unggulan baru serta mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli di Malaysia,” katanya pula.
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.