kingsheadwye.com

Lombok Tengah fokus penanganan korban kebakaran rumah adat Sade

Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan penanganan dampak kebakaran ratusan rumah adat Sade Kecamatan Pujut lebih difokuskan pada pemulihan korban atau warga yang terdampak.

"Korban yang terdampak mencapai 320 jiwa atau 120 kepala keluarga," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri usai melaksanakan rapat koordinasi penanganan dampak kebakaran rumah adat Sade di Desa Rambitan di Lombok Tengah, Minggu.

Ia mengatakan selain rumah warga yang ludes terbakar, sejumlah fasilitas seperti masjid, museum, lapak UMKM (usaha mikro kecil menengah) serta fasilitas umum lainnya juga terbakar.

"Kebakaran ini merupakan musibah yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Namun, kondisi tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen untuk segera melakukan penanganan," katanya.

Ia mengatakan kebakaran rumah adat wisata Sade itu begitu cepat meluas karena sebagian besar bangunan menggunakan atap alang-alang. Kondisi tersebut membuat api dengan cepat menjalar dan menghanguskan bangunan dalam hitungan menit.

“Terutama karena atapnya ilalang. Ini mungkin menjadi referensi ketika terjadi sesuatu, terbakar habis karena atapnya ilalang. Ke depan tentu harus dipikir lebih jauh,” katanya.

Meski demikian, evaluasi terkait konstruksi rumah dan penggunaan material yang lebih aman tidak menjadi fokus utama saat ini. Pemerintah dan masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan para korban dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: Petugas membersihkan material sisa kebakaran rumah adat Sade Lombok

Ia mengatakan saat ini perhatian diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, mulai dari makanan, kesehatan, pendidikan anak-anak, hingga kebutuhan tempat ibadah.

“Yang kita pikirkan hari ini tentang bagaimana menangani dampak dalam waktu dekat, trauma healing anak-anak yang bersekolah. Kemudian kebutuhan akan makan pada saat hari ini dan tiga hari ke depan, menjaga kesehatan,” katanya.

"Untuk posko logistik dipusatkan di gedung Koperasi Desa Merah Putih," katanya.

Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse mengatakan penyebab kebakaran hingga saat ini belum bisa dipastikan, karena kebakaran yang terjadi begitu cepat.

"Jumlah kepala keluarga yang tinggal di sana sebanyak 120 KK dan untuk bangunan yang terbakar itu sebanyak 89 unit yang ludes dan sisanya kebakaran ringan," katanya.

Sebelumnya, pada Sabtu (22/8) malam, kebakaran besar melanda salah satu warisan budaya yang menjadi ikon budaya Lombok Desa Adat Sade di Lombok Tengah.

Mendengar kabar tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang baru saja tiba dari misi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT), langsung bertolak ke lokasi kejadian untuk meninjau langsung dan memastikan penanganan berjalan maksimal.

Di tengah proses pemadaman oleh tim gabungan Damkar, TNI-Polri, dan warga, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama.

"Keselamatan warga yang diutamakan, termasuk penanganan pascakebakaran," katanya.

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026