kingsheadwye.com

Ma’ruf Amin Serukan Dialog Arab Saudi-Houthi, Usulkan Empat Pilar Perdamaian

AKURAT.CO Wakil Presiden ke-13 RI, K.H. Ma’ruf Amin, menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman yang melibatkan serangan di kawasan strategis Bab el-Mandeb.

Ma’ruf menilai, konflik tersebut tidak hanya berdampak terhadap pihak yang bertikai, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi, politik, serta kondisi psikologis masyarakat dunia Islam, termasuk Indonesia.

Melalui Juru Bicara Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi, ia menyerukan agar kedua pihak segera menghentikan aksi bersenjata dan membuka ruang dialog untuk mencari solusi damai.

“Kiai Ma’ruf Amin sangat sedih melihat kondisi mutakhir ini. Beliau mengetuk hati nurani para pemimpin di Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman untuk segera menghentikan angkat senjata. Sebagai sesama Muslim, darah dan kehormatan adalah hal yang suci. Sudah saatnya senjata diturunkan dan meja dialog digelar secara konstruktif,” ujar Masduki dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Sebagai bentuk kontribusi Indonesia dalam mendorong perdamaian, Ma’ruf Amin menawarkan konsep jembatan dialog dengan empat pilar pendekatan moderasi (wasathiyah).

Pilar pertama adalah mendorong gencatan senjata kemanusiaan secepatnya dengan menghentikan seluruh operasi militer kedua belah pihak, termasuk serangan di kawasan Bab el-Mandeb.

Menurut Ma’ruf, penghentian sementara konflik diperlukan untuk mencegah krisis kemanusiaan sekaligus menjaga stabilitas jalur perdagangan internasional dan pasokan energi global.

Pilar kedua adalah menghidupkan kembali dialog internal umat melalui semangat ukhuwah Islamiyah.

Ma’ruf mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama para ulama dunia mengambil peran sebagai mediator yang netral dalam penyelesaian konflik.

Pilar ketiga adalah rekonsiliasi berbasis inklusivitas politik.

Ma’ruf mengusulkan agar Arab Saudi dan kelompok Houthi menyusun peta jalan keamanan kawasan yang menghormati kedaulatan masing-masing pihak.

“Menurutnya, Yaman yang stabil dan berdaulat merupakan kunci bagi keamanan Arab Saudi, demikian pula sebaliknya,” kata Masduki.

Baca Juga: Tutup Dapur MBG