Magang Nasional Tingkatkan Kompetensi, Produktivitas dan Daya Saing Lulusan Perguruan Tinggi
AKURAT.CO Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia. Salah satunya melalui program Magang Nasional, yang berfokus meningkatkan kompetensi dan peluang kerja bagi para generasi muda.
"Program Magang Nasional memang dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Tak berhenti di situ, program ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk membangun jejaring profesional, memperluas wawasan dunia kerja, serta meningkatkan peluang direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.
Baca Juga: Cegah Calo, Pemerintah Pakai Sistem Biometrik Perketat Pendaftaran Magang Nasional
"Selain itu, peserta juga akan menerima uang saku setara UMP (upah minimum provinsi) atau UMK (upah minimum kabupaten/kota) yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup selama mengikuti program," imbuhnya.
Pendaftaran Magang Nasional telah dibuka pada 15-28 Juli, dengan kuota awal sebanyak 50.000 peserta untuk gelombang awal dari target 150.000 peserta sepanjang 2026.
Target peserta Magang Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya, yang melibatkan 102.696 peserta.
Melalui program ini, para lulusan perguruan tinggi dari jenjang strata satu (S1), diploma empat (D4), maupun diploma tiga (D3) berkesempatan mengikuti magang selama enam bulan dan mendapatkan pelatihan langsung dari mentor-mentor di perusahaannya.
Baca Juga: Batas Akhir Magang Kemnaker 2026 Kapan? Simak Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya
Program ini mendapat apresiasi tinggi dengan tingkat kepuasan mencapai 84 persen di tahun sebelumnya. Bahkan, hanya dalam kurun enam bulan berjalan, sekitar 30 persen peserta magang langsung ditawari bekerja di perusahaan tempat mereka magang.
Pemerintah terus mendorong para lulusan perguruan tinggi untuk memanfaatkan kesempatan ini karena menawarkan banyak manfaat.
"Bagi pemerintah, pembangunan sumber daya manusia merupakan strategi utama untuk memenangi persaingan global. Karena itu, pemerintah tidak hanya berupaya membuka lapangan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing yang semakin kuat," kata Qodari.