kingsheadwye.com

Mantan Komandan Garda Revolusi Jadi Kepala Dewan Keamanan Iran

Kantor komunikasi Presiden Iran mengumumkan pada Minggu malam bahwa Presiden Masoud Pezeshkian menunjuk Rezaee sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, demikian dilaporkan Al Jazeera Arabic.

Pada hari yang sama, Mojtaba Khamenei mengeluarkan keputusan yang menunjuk Rezaee sebagai wakilnya di dewan tersebut. Dalam keputusan itu, pengalaman Rezaee serta perannya sebagai salah satu “pelopor era Pertahanan Suci” selama Perang Iran-Irak mendapat perhatian khusus.

Penekanan terhadap latar belakang tersebut turut memperkuat pandangan bahwa pengalaman militer Rezaee menjadi salah satu pertimbangan dalam penunjukannya.

Posisi Strategis Dewan Keamanan Nasional

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi merupakan salah satu institusi penting Iran. Di lembaga ini, pertimbangan strategis dari kepresidenan, kementerian luar negeri, angkatan bersenjata, serta badan-badan keamanan bertemu.

Karena itu, sosok yang menjabat sebagai sekretaris dewan memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar menjalankan fungsi administratif. Terlebih, pergantian tersebut berlangsung ketika Iran berada dalam situasi perang terbuka, negosiasi dengan Amerika Serikat mengalami hambatan, serta terjadi perselisihan mengenai ketentuan pelayaran dan kedaulatan atas Selat Hormuz.

Peneliti senior di Center for Middle East Strategic Studies yang berbasis di Teheran, Abas Aslani, mengatakan Rezaee membawa pengalaman militer, ekonomi, dan politik ke posisi barunya.

“Mereka membutuhkan seseorang yang bisa menyinkronkan berbagai badan pemerintahan,” kata Aslani kepada Al Jazeera.

Menurut Aslani, secara politik Rezaee tidak terlalu berbeda dari pendahulunya dalam urusan keamanan. Namun, perannya di dalam negeri dan kemampuannya menjadi penyeimbang di antara berbagai kekuatan politik dinilai penting.

Aslani juga menilai latar belakang Rezaee sebagai mantan kepala IRGC dan anggota Dewan Penentu Kebijakan akan membuatnya memainkan peran penting dalam negosiasi Teheran dengan Washington.

“Saya pikir penting untuk memiliki seseorang yang mampu menjangkau berbagai faksi dan berbicara dengan mereka, dan itulah alasan dia dipilih,” ujarnya.