kingsheadwye.com

Megawati Tak Hadiri Upacara di Istana, Hasto Ungkap Misi Khusus!

Putri Dinda Permata Sari

| 17 Agustus 2026, 21:22 WIB

Megawati Tak Hadiri Upacara di Istana, Hasto Ungkap Misi Khusus!

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, usai menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (Akurat.co/Putri Dinda Permata Sari)

AKURAT.CO Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, kembali tidak menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Megawati memilih memimpin upacara di lingkungan internal PDIP.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan, keputusan tersebut berkaitan dengan misi khusus Megawati untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya keadilan sejarah dan kemandirian bangsa.

"Ya, Ibu Mega dari amanat beliau kan untuk menggambarkan bagaimana keadilan di dalam sejarah itu juga harus diwujudkan," kata Hasto di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Menurut Hasto, Megawati memandang bangsa yang membiarkan sejarah dimanipulasi dapat kehilangan jati dirinya.

Karena itu, momentum HUT Kemerdekaan RI dimanfaatkan untuk mengingat kembali perjalanan sejarah bangsa sekaligus menyampaikan tugas yang harus dilakukan generasi penerus.

"Satu bangsa yang diwarnai oleh berbagai manipulasi historis atas masa lalunya, baik yang baik ataupun yang buruk untuk pembelajaran generasi yang akan datang, itu akan kehilangan jati dirinya," ujarnya.

Hasto menyebut Megawati juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdikari.

"Sehingga Ibu Mega menggunakan momentum 17 Agustus untuk menyampaikan berbagai suatu rangkaian sejarah, tapi juga tugas-tugas kita, termasuk tadi pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi agar kita menjadi bangsa yang berdikari," kata Hasto.

Dia menambahkan, Megawati mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan bangsa sendiri, bukan pemberian negara lain.

"Karena kita bisa merdeka bukan karena pemberian Jepang. Kita bisa menghadapi tentara sekutu pemenang Perang Dunia Kedua karena semangat yang berkobar-kobar," tuturnya.

Menurut Hasto, semangat tersebut perlu kembali dibangkitkan karena dinilai telah tergerus akibat sejarah yang diputarbalikkan.

"Itulah yang kemudian dirasakan hilang karena sejarah yang diputarbalikkan. Jadi Ibu punya suatu misi khusus untuk mengadakan upacara di Kantor DPP PDI Perjuangan," katanya.

Baca Juga: Hadiri Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Mendagri Komitmen Percepat Pemulihan Pascagempa NTT