kingsheadwye.com

Melihat Lagi Dukungan Menteri Pariwisata Terhadap Konser Andrea Bocelli

Jakarta -

Konser Andrea Bocelli yang rencananya digelar di candi Borobudur dan Jakarta menuai polemik. Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana pernah menyatakan dukungannya terhadap konser itu.

Dari pemberitaan Antara yang dihimpun detikTravel, Kamis (15/10/2026), Widiyanti menyatakan sangat bahagia bisa turut membuka jalan digelarnya konser penyanyi Tenor asal Italia itu.

"Saya sangat bahagia dapat turut membuka jalan dan menjadi bagian dari proses kolaborasi yang pada akhirnya membawa konser istimewa ini menjadi kenyataan di destinasi pariwisata prioritas dan di Borobudur, Indonesia," katanya dalam konferensi pers konser Romanza 30th Anniversary World Tour" di Jakarta pada Rabu (19/8) yang dihadiri oleh sejumlah media.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menilai penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di kompleks Candi Borobudur bisa membantu mempromosikan destinasi pariwisata dan warisan budaya Indonesia.

Candi Borobudur yang menurut para arkeolog dibangun tahun 775 hingga 832, sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Kompleks candi itu termasuk destinasi wisata budaya utama di Indonesia.

Sementara itu, wilayah DKI Jakarta merupakan destinasi pariwisata regeneratif yang dinilai menunjukkan keragaman budaya serta modernitas di Indonesia.

"Dua lokasi ini memberikan pesan yang sangat jelas bahwa Indonesia memiliki kekayaan pengalaman yang sangat beragam," kata Widiyanti.

"Kita memiliki heritage destination yang kuat sekaligus kota-kota modern yang mampu menjadi tuan rumah bagi berbagai world class events," dia menambahkan.

Menurut dia, penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di dua lokasi di Indonesia mencerminkan kolaborasi dalam upaya pengembangan kegiatan pariwisata berkualitas.

Selain bisa menjadi ajang promosi pariwisata, ia mengatakan, penyelenggaraan konser musisi internasional bisa membantu meningkatkan citra pariwisata Indonesia.

Kementerian Pariwisata Targetkan Rp 792 Miliar

Tak hanya itu, Kementerian Pariwisata bahkan menargetkan konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur dan Jakarta bisa menghasilkan dampak ekonomi sebesar 44 juta dolar AS atau sekitar Rp792 miliar.

"Menurut kami, penyelenggaraan event berskala internasional memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata. Selain memperkuat citra dan brand destinasi, event juga menjadi demand generator yang menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi di daerah penyelenggaraan," kata Widiyanti

Rangkaian konser tersebut diperkirakan menarik sekitar 7.000 penonton di Borobudur dan 9.000 penonton di Jakarta. Menurut Widiyanti, dampak ekonomi penyelenggaraan event dapat muncul dari berbagai aktivitas.

Aktivitas itu mulai dari pembelian tiket, penggunaan akomodasi dan transportasi, konsumsi kuliner, hingga produksi pertunjukan yang melibatkan vendor, pelaku industri, usaha mikro, kecil, dan menengah, pekerja seni, serta komunitas.

Kementerian Pariwisata pun menyiapkan sejumlah dukungan untuk penyelenggaraan konser tersebut, termasuk memfasilitasi pengurusan visa bagi para seniman melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait serta kemudahan perizinan masuk untuk kebutuhan logistik pertunjukan.

Kemenpar juga bekerja sama dengan Garuda Indonesia melalui Program Tiket Penerbangan Gratis atau Free Add-on Tickets bagi wisatawan mancanegara sesuai ketentuan program.

Melalui program tersebut, wisatawan mancanegara yang menggunakan Garuda Indonesia dengan tujuan utama Jakarta atau Bali dapat memperoleh tiket penerbangan domestik pulang-pergi menuju Yogyakarta.

Kemenpar bersama agen perjalanan dan operator tur juga menyiapkan paket wisata di sekitar Borobudur. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong penonton memperpanjang masa tinggal dan mengunjungi destinasi lain di sekitar Borobudur dan Jawa Tengah.

Konser Andrea Bocelli Ditolak MUI

Namun dukungan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri terhadap konser Andrea Bocelli itu ternyata tidak sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Melansir detikHikmah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah untuk membatalkan rencana konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli di Indonesia.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah bersikap konsisten dalam menolak kegiatan yang melibatkan figur yang dinilai mendukung Zionisme.

Menurut Sudarnoto, sikap tersebut sejalan dengan prinsip Indonesia yang menentang penjajahan dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Karena itu, dia meminta pemerintah tidak memberikan izin terhadap rencana konser Andrea Bocelli.

"Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujar Sudarnoto yang dikutip dalam laman resmi MUI Sabtu (10/10).

Sudarnoto menjelaskan, penolakan MUI didasarkan pada rekam jejak Bocelli yang disebut pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel (IDF) di Los Angeles pada 2010. Selain itu, penyanyi tersebut juga pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.

Bagi MUI, dukungan pendanaan terhadap kekuatan militer yang dinilai terlibat dalam genosida dan kejahatan kemanusiaan di Gaza merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.

Dia pun mengingatkan kembali akan ketetapan Fatwa MUI yang mengharamkan dukungan terhadap Israel maupun pihak-pihak yang mendukung tindakan penjajahan Israel terhadap Palestina.

MUI Sayangkan Dukungan Kementerian

MUI juga menyayangkan dugaan dukungan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pariwisata serta Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, terhadap rencana kedatangan penyanyi tersebut.

Sudarnoto menilai kepentingan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan bagi pemerintah untuk memberikan panggung kepada figur yang dinilai mendukung Zionisme. Menurutnya, langkah tersebut bertentangan dengan prinsip bangsa Indonesia yang menentang segala bentuk penjajahan.

"Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina," kata dia.

MUI pun berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas terhadap rencana konser Andrea Bocelli tersebut. Pemerintah perlu memastikan tidak ada kementerian yang memberikan dukungan kepada pihak-pihak yang dinilai menyokong Israel.

"Kami sangat mengapresiasi jika pemerintah segera mengambil sikap tegas untuk membatalkan konser ini," kata Sudarnoto.

Sudarnoto berharap seluruh kementerian dan lembaga negara mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam mengambil keputusan terkait penyelenggaraan acara konser musik tersebut.

Halaman 2 dari 2

(wsw/fem)