kingsheadwye.com

Mendagri Peringati Potensi Lonjakan Harga Pangan, Terutama Beras hingga Telur

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah meningkatkan waspada terkait lonjakan harga komoditas pangan pokok yang dinilai sangat membebani 20 persen masyarakat termiskin di Indonesia. 

Baca Juga

Tito menegaskan bahwa laju inflasi nasional harus dijaga ketat agar tidak menembus batas atas target pemerintah sebesar 3,5 persen. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok sekecil apa pun akan langsung memukul kelompok masyarakat berpenghasilan harian yang berada di kelompok desil terbawah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu diungkapkan Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama perwakilan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Baca Juga

"Kalau di atas 3,5 harga-harga naik, itu sangat terasa untuk desil satu, desil dua terutama. Masyarakat yang termiskin 20 persen hidupnya harian, kenaikan komoditas sekian ribu rupiah saja itu sudah sangat berpengaruh bagi mereka. Kalau kelas menengah mungkin enggak belum terasa," kata Tito.

Tito menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mencatatkan inflasi bulanan sebesar 0,88 persen pada September 2026. Angka tersebut menjadi pendorong utama lonjakan inflasi bulanan nasional dari 0,21 persen pada Agustus menjadi 0,30 persen pada September.

Baca Juga

"Tapi sektor yang paling critical bagi kita yang harus kita jaga betul adalah makanan minuman karena berhubungan langsung dengan rakyat yang kelas bawah, masalah perut," kata Tito.

Secara rinci, Tito menyebut penyumbang utama lonjakan harga pangan tersebut meliputi aneka cabai, daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras. Ia meminta jajaran kepala daerah memberikan perhatian khusus pada komoditas pangan pokok strategis agar ketersediaannya tetap terjaga.

"Kalau cabai kita enggak begitu khawatir karena bukan komoditas utama. Tapi kalau sudah daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras itu kita perlu waspadai betul," ucap Tito.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data Kemendagri, kenaikan harga beras terpantau terjadi di 127 kabupaten dan kota di Indonesia. Sementara itu, lonjakan harga telur ayam ras tercatat di 106 daerah dan daging ayam ras naik di 194 daerah.

Kemendagri menginstruksikan pemerintah daerah untuk segera berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog. Intervensi dan operasi pasar dinilai mendesak dilakukan di titik-titik daerah yang mengalami lonjakan harga untuk melindungi daya beli masyarakat.

Mendagri, Tito Karnavian

Karhutla di Indonesia Diprotes Malaysia, Mendagri Tito: Tak Bisa Diatasi oleh Satu Pihak

Tito menjelaskan kebanyakan lahan yang terbakar di Indonesia merupakan lahan gambut. Ia menilai lahan gambut harus dipadamkan dengan jumlah volume air yang besar.

VIVA.co.id

12 Oktober 2026