Mengenal 'Avoidance Coping'
Kenapa Kita Suka Lari dari Masalah? Kenalan dengan 'Avoidance Coping' yang Nggak Kamu Sadari
Patricia Astrid Nadia | Beautynesia
Jumat, 07 Aug 2026 12:30 WIB
Kenapa Kita Suka Lari dari Masalah? Kenalan dengan 'Avoidance Coping' yang Nggak Kamu Sadari/Foto: Freepik.com/Kamraaydinov
Beauties, mungkin kamu pernah merasa ingin memperbaiki hubunganmu dengan sahabatmu atau dengan pasanganmu, tapi kamu terus menundanya. Bukan karena kamu sibuk atau tak punya cukup waktu, tapi karena kamu ketakutan, merasa cemas dengan keberhasilannya.
Daripada kamu nanti terjebak pada risiko atau hasil yang di luar harapan, akhirnya kamu memilih untuk menghindari menyelesaikan masalah itu. Istilah ini di dunia psikologi, dikenal dengan nama avoidance coping.
Sayangnya semakin kamu menghindari masalah, ternyata masalah itu akan semakin menumpuk, Beauties. Ada beberapa fakta seputar avoidance coping yang dirangkum dari penelitian psikologi dari Elizabeth Scott, pakar di bidang coping management dan positive psychology, serta dari situs Verywellmind yang perlu kamu ketahui. Simak, yuk!
Apa Itu Avoidance Coping?
Ketika kamu khawatir dengan hasil suatu masalah, kamu cenderung menghindari perasaan yang tidak nyaman. Akhirnya, kamu mencoba untuk mengalihkan ke arah lain yang terkesan lebih menyenangkan, seperti bermain media sosial, hang out, menonton serial kesukaan dalam beberapa waktu. Namun, cara ini sebenarnya tidak benar-benar menyelesaikan masalah.
Awalnya mungkin kamu merasa sepertinya masalahnya selesai, tapi ternyata itu hanya pelarian sesaat, sebagai bentuk menghindari rasa sakit atau tidak nyaman akibat masalah itu. Semakin kamu hindari, maka masalah itu akan semakin menumpuk dan menimbulkan stres yang berkepanjangan. Maka kondisi ini dikenal dengan nama avoidance coping, yakni hanya sekadar menghindar, tapi masalah tak kunjung diselesaikan.
Penyebab Avoidance Coping

Terdapat beragam penyebab seseorang menghindari masalah, mulai dari takut, cemas hingga ingin menghindari kemungkinan rasa tidak nyaman. Bahkan takut berhadapan dengan kegagalan bisa jadi salah satu penyebabnya/Foto: Freepik.com/Jcomp
Perasaan yang dirasakan oleh setiap orang bergantung pada pengalamannya masing-masing dalam menghadapi masalah. Mungkin ada orang yang punya pengalaman tidak menyenangkan di tempat kerja atau kampus, akhirnya ia menghindar dengan bolos atau absen dengan sengaja.
Rasa takut itu kemungkinan muncul karena kamu merasa tidak mampu menyelesaikan masalah dengan baik. Contoh lain penyebab yang bisa terjadi, seperti menghindari atau menunda bertemu dengan orang tertentu karena punya kenangan yang kurang baik dengan orang tersebut.
Bahaya Sering Menghindari Masalah

Sering menghindari masalah ternyata berdampak tak hanya untuk jangka panjang, hal ini akan jadi pola kebiasaan yang menbuatmu lama-lama terjebak dalam pelarian untuk setiap masalah yang ada/Foto: Freepik.com/Wayhomestudio
Semakin seseorang menghindari masalah, tentunya masalah itu hanya akan menjadi semakin menumpuk. Pada akhirnya, hal ini akan mengganggu keseharian kamu. Mungkin kamu akan punya pemikiran setiap masalah yang dihadapi tidak akan bisa kamu bereskan, karena kamu selalu terjebak pada pola atau kebiasaan yang sama.
Bisa jadi pola ini akan terbawa di tempat kerja, sehingga saat kamu kesulitan menyelesaikan project dan takut berdiskusi akhirnya project itu tidak pernah selesai, Beauties.
Kamu juga akan dinilai tidak profesional dan menjadi tidak produktif. Bayangkan jika ini terjadi padamu, sahabat, dan anggota keluarga. Saat ada masalah kamu hanya diam dan mengalihkannya sehingga konflik yang ada akan semakin buruk dan menumpuk. Kesehatan mentalmu pun akan semakin terganggu karena kamu jadi menilai dirimu secara negatif gagal dalam mengatasi masalah.
Cara Mengatasinya

Salah satu cara mengatasi avoidance coping adalah dengan menghadapi masalah itu secara langsung. Namun mungkin kamu takut akan gagal dan tidak percaya diri, maka kamu dapat menemukan seseorang yang mendukung kamu jadi lebih berani/Foto: Freepik/Freepik
Ketika Beauties ingin mencegah atau menghentikan kebiasaan menghindari masalah, kamu perlu mengenali terlebih dahulu apa masalah yang kamu hadapi. Kamu boleh mengakui emosi negatif yang tengah kamu rasakan dan tidak perlu mengabaikannya. Kamu sangat boleh merasakan emosi itu dan mengekspresikannya dengan baik dan tepat, seperti journaling, atau mengekspresikannya lewat tulisan.
Lalu usai kamu paham inti dari masalahnya, coba kamu menguraikan atau menjabarkan satu per satu masalah yang kamu alami, dan coba berlatih untuk menyelesaikan sumber masalahnya sesuai dengan hal yang dapat kamu kontrol atau kamu kelola.
Beauties, agar kamu jadi lebih percaya diri, kamu tentu boleh untuk mencari teman dekat, orang yang dapat kamu percaya agar kamu punya teman bertukar pikir. Hal ini dapat meyakinkanmu untuk menyelesaikan masalah dengan baik, tidak hanya sekedar pelarian sementara. Selamat mencoba, Beauties!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
- 8 Karakter Perempuan yang Sukses Menjadi Pemimpin, Bukan Hanya Soal Percaya Diri
- 5 Tanda Lingkungan Kerja Toksik yang Penting Diketahui Karyawan
- 3 Kebiasaan Orang dengan Work Life Balance yang Dilakukan Sebelum Akhir Pekan
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.